Advertisement
KUNINGAN - JOURNALGAMAS.COM,- Pemerintah Desa Kasturi, Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan, memberikan penjelasan resmi terkait informasi yang beredar di masyarakat mengenai tersendatnya pengangkutan sampah di wilayah tersebut.
Kepala Desa Kasturi, Edi Kosasih, mengungkapkan bahwa gangguan pelayanan sempat terjadi akibat kerusakan kendaraan operasional, terutama pada periode setelah Hari Raya Idulfitri. Kondisi tersebut menyebabkan pengangkutan sampah di salah satu dusun sempat tidak terlayani.
“Memang benar, pasca Lebaran sempat ada satu dusun yang tidak terangkut karena kendaraan mengalami kendala. Namun saat ini kondisi sudah normal kembali,” ujar Edi. Kamis (2/4/2026)
Ia menegaskan, dalam satu minggu terakhir seluruh armada, termasuk kendaraan roda dua atau motor sampah, telah kembali beroperasi dengan baik sehingga pelayanan kepada masyarakat kini berjalan lancar.
Lebih lanjut, Edi juga menanggapi pertanyaan warga terkait anggaran dan besaran iuran pengelolaan sampah. Ia menegaskan bahwa pemerintah desa tidak terlibat langsung dalam pengelolaan teknis maupun penentuan biaya.
“Pengelolaan sampah dilakukan langsung oleh petugas di setiap dusun masing - masing dengan masyarakat. Untuk besaran iuran, itu merupakan kesepakatan antara pengelola dengan pelanggan, bukan ditentukan oleh pemerintah desa,” jelasnya.
Sebagai upaya peningkatan kualitas layanan, Pemerintah Desa Kasturi berencana menjalin kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kuningan yang akan mulai direalisasikan dalam waktu dekat.
“Insyaallah mulai minggu depan kami akan bekerja sama dengan DLH agar pengelolaan sampah bisa lebih optimal,” tambahnya.
Sementara itu, khusus di Dusun Puhun, permasalahan sampah yang sempat menjadi perhatian warga kini telah tertangani. Melalui koordinasi antara kelompok masyarakat setempat yang terdiri dari Mulyono, Naryo, Dadan, dan Okeh, pengangkutan sampah kembali berjalan.
“Alhamdulillah, dalam tiga hari terakhir sampah di Dusun Puhun sudah kembali diangkut dari masyarakat,” ungkap Edi.
Dengan kondisi yang telah kembali normal, Pemerintah Desa Kasturi memastikan komitmennya untuk terus menjaga pelayanan kebersihan lingkungan demi menciptakan kenyamanan dan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.
Kades Edi menegaskan bahwa tidak adanya mobil pengangkut sampah di wilayahnya bukan disebabkan oleh kendala operasional, melainkan karena desa tersebut tidak lagi membuang sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ciniru. Desa Kasturi kini telah memiliki sistem pengelolaan sampah mandiri dengan memanfaatkan tempat pembuangan sementara yang berada di ujung area tanah makam, sehingga seluruh aktivitas pembuangan dan penanganan sampah dilakukan secara lokal oleh masyarakat dan petugas setempat tanpa bergantung pada armada mobil sampah.
/Moris


