Journal Gamas

Label

lisensi

Red
April 09, 2026, 19.29 WIB
Last Updated 2026-04-09T12:29:54Z
BirokrasiHeadline

Ketua FORMASI Manap SH Desak “Bersih-Bersih” Inspektorat: Indikasi Permainan Oknum Tak Bisa Ditutup-tutupi

Advertisement

KUNINGAN - JOURNALGAMAS.COM,-
Ketua FORMASI Manap SH angkat suara dengan nada keras. Ia secara terbuka mendukung reformasi birokrasi di tubuh Inspektorat Kabupaten Kuningan, sekaligus mendesak dilakukannya pembersihan total terhadap oknum-oknum yang dinilai telah mencoreng marwah lembaga pengawasan tersebut.

Pernyataan ini bukan tanpa dasar. Manap menyoroti fenomena berulang di sejumlah desa di wilayah Kabupaten Kuningan, di mana kasus-kasus yang terindikasi korupsi justru muncul setelah proses audit Inspektorat selesai dan dinyatakan “aman” tanpa pelanggaran.

“Ini anomali yang tidak bisa dianggap kebetulan. Ketika sebuah objek pemeriksaan dinyatakan bersih, tapi kemudian terbongkar masalah oleh masyarakat, maka publik berhak curiga bukan hanya pada objeknya, tapi juga pada lembaga yang memeriksa,” tegas Manap

Menurutnya, kondisi ini mengarah pada dugaan kuat adanya praktik manipulasi dalam proses audit. Ia menyebut, sangat tidak logis jika pelanggaran baru “muncul” setelah audit selesai, kecuali ada yang sengaja ditutup-tutupi atau diloloskan.

“Kalau setelah diperiksa dinyatakan tidak ada pelanggaran, lalu tiba-tiba masyarakat menemukan indikasi korupsi, maka ada dua kemungkinan: auditnya tidak kompeten atau ada oknum yang bermain. Dan kalau ini terjadi berulang, kita tidak bisa lagi bicara kelalaian ini sudah mengarah pada indikasi permainan sistematis,” ujarnya tajam.

Manap SH bahkan tidak ragu menyebut bahwa situasi ini telah merusak kredibilitas Inspektorat sebagai garda terdepan pengawasan internal pemerintah daerah. Ia menilai, jika tidak segera ditindak, maka kerugian negara dan kepercayaan publik akan terus membesar.

“Ini bukan sekadar persoalan administratif. Ini menyangkut uang rakyat. Kalau Inspektorat tidak steril dari oknum, maka lembaga ini justru berpotensi menjadi bagian dari masalah, bukan solusi,” katanya.

Ia pun mendesak agar dilakukan audit internal menyeluruh terhadap kinerja aparat Inspektorat, termasuk membuka kemungkinan investigasi oleh aparat penegak hukum jika ditemukan indikasi pelanggaran serius.

“Harus ada keberanian untuk bersih-bersih. Jangan lindungi oknum. Siapa pun yang terbukti bermain harus ditindak tegas, bahkan jika perlu diproses hukum. Kalau tidak, maka publik akan kehilangan kepercayaan sepenuhnya,” tandasnya.

Pernyataan Manap SH ini menambah daftar panjang kritik terhadap kinerja pengawasan internal di daerah. Kini, sorotan publik tertuju pada langkah konkret apa yang akan diambil Inspektorat Kuningan: berbenah, atau terus membiarkan dugaan “permainan” ini menggerogoti dari dalam.

/Red