Advertisement
KUNINGAN - JOURNALGAMAS.COM,- Menjelang berakhirnya tahun ajaran 2025/2026 dan memasuki tahun ajaran baru 2026/2027, Aris Munandar yang lebih akrab di sapa Moris mengingatkan pentingnya kebijakan yang berpihak kepada orang tua murid, khususnya terkait kegiatan perpisahan sekolah.
Ia meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) serta Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Kuningan untuk segera mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh satuan pendidikan agar kegiatan perpisahan dilaksanakan secara sederhana.
Menurut Moris, kegiatan perpisahan yang berlebihan berpotensi membebani orang tua, terlebih di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.
“Perpisahan sebaiknya tidak memberatkan. Cukup digelar sederhana namun tetap bermakna bagi siswa,” ujarnya. Selasa (14/4/2026)
Ia juga menyoroti tren pelaksanaan perpisahan di luar daerah atau di lokasi wisata yang membutuhkan biaya besar. Jika pun kegiatan tersebut tetap dilaksanakan, Aris menyarankan agar sekolah memilih destinasi wisata lokal.
“Kalaupun ingin mengadakan perpisahan di tempat wisata, sebaiknya dilakukan di wilayah lokal. Selain lebih efisien, ini juga dapat mendukung sektor pariwisata daerah dan mendorong perputaran ekonomi masyarakat setempat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Moris menilai kebijakan ini relevan mengingat situasi global yang masih penuh ketidakpastian. Dampak krisis global serta dinamika geopolitik dan geoekonomi, termasuk konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel, turut memengaruhi kondisi ekonomi nasional.
“Dalam situasi seperti sekarang, semua pihak harus lebih bijak. Sekolah juga perlu memahami kondisi orang tua murid,” tambahnya.
Ia berharap Disdikbud dan Kemenag dapat segera mengambil langkah konkret dengan menerbitkan surat edaran sebagai pedoman bagi sekolah-sekolah, sehingga pelaksanaan perpisahan tetap berjalan dengan baik tanpa menimbulkan beban tambahan.
Dengan demikian, momen perpisahan tetap menjadi kenangan indah bagi siswa, sekaligus mencerminkan kepedulian terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.
/R.Abu Sulthon


