Journal Gamas

Label

lisensi

Red
Maret 22, 2026, 19.09 WIB
Last Updated 2026-03-22T12:17:37Z
EksosbudHeadline

Rumah Nyaris Roboh, Negara Absen: FORMASI Gugat Keras Pemda Kuningan

Advertisement

KUNINGAN - JOURNALGAMAS.COM,-
Derita yang dialami Carsid, warga Desa Cisaat, Kecamatan Cibingbin, tak lagi sekadar kisah kemiskinan. Ini adalah alarm keras tentang absennya negara. Rumah nyaris roboh yang ia huni menjadi simbol rapuhnya perlindungan sosial di Kabupaten Kuningan dan memantik kemarahan terbuka dari Ketua Forum Masyarakat Sipil Independen (FORMASI), Manap Suharnap.

“Mendengar ini, kami tidak hanya prihatin kami marah. Pemerintah sibuk memamerkan penghargaan dan prestasi di media, tapi rakyatnya masih hidup di ambang bahaya, bahkan untuk sekadar berteduh pun tidak layak,” tegas Manap, Minggu (22/3/2026).

Ia menilai kasus Carsid bukan insiden tunggal, melainkan potret telanjang kegagalan kebijakan. Di tengah gempuran narasi keberhasilan, realitas di akar rumput justru memperlihatkan jurang ketimpangan yang menganga lebar.

“Ini membongkar ilusi itu. Kuningan masih bergulat dengan kemiskinan ekstrem. Sementara pejabat hidup nyaman, punya usaha di mana-mana dari salon, rumah makan, sampai jaringan ritel seperti Alfamart. Kontrasnya terlalu mencolok untuk diabaikan,” sindirnya tajam.

Tak berhenti di eksekutif, kritik juga diarahkan ke legislatif. Manap menuding para anggota DPRD gagal menjalankan mandat rakyat, meski secara ekonomi mereka tergolong mapan.

“Mereka punya usaha, punya akses program, ditambah tunjangan fantastis,perumahan Rp25 juta per bulan, transportasi, dan lainnya. Tapi rakyat yang dulu mereka datangi saat pemilu, hari ini justru dibiarkan bertaruh nyawa di rumah yang nyaris ambruk,” katanya.

Lebih jauh, ia mempertanyakan integritas sistem yang selama ini mengklaim tingkat kepuasan publik tinggi.

“Di mana pendamping desa? Di mana validitas lembaga survei yang bilang kepuasan di atas 60 persen? Fakta di lapangan menampar klaim itu mentah-mentah,” ucapnya.

Sorotan makin tajam karena lokasi kejadian berada di Cibingbin wilayah yang belum lama ini menjadi panggung kunjungan pejabat tinggi daerah dalam agenda safari Ramadan.

“Ini bukan daerah terpencil yang tak tersentuh. Gubernur dan bupati baru saja datang. Lalu bagaimana kondisi separah ini bisa luput? Tidak dilaporkan, atau sengaja disembunyikan?” cetusnya.

Manap menegaskan, pemerintah daerah tak bisa lagi berlindung di balik seremoni dan pencitraan. Ia mendesak langkah cepat, terukur, dan berpihak terutama dalam program rumah tidak layak huni (Rutilahu) yang dinilai kerap meleset dari sasaran.

“Jangan jadikan program sekadar formalitas di atas kertas. Ini soal nyawa. Setiap hari Carsid hidup di bawah ancaman runtuhnya atap rumahnya sendiri. Negara harus hadir bukan hanya saat kamera menyala,” pungkasnya.

/Red