Advertisement
KUNINGAN - JOURNALGAMAS.COM,- Potret buram kondisi kesejahteraan masyarakat kembali mencuat dari pelosok Kabupaten Kuningan. Bapak Carsid, warga RT 08 RW 03 Dusun 2, Desa Cisaat, Kecamatan Cibingbin, harus bertahan hidup di rumah yang kondisinya sudah jauh dari kata layak huni bahkan kini berada di ambang keruntuhan.
Rumah yang ditempatinya mengalami kerusakan parah di hampir seluruh bagian. Atap yang bocor membuat air hujan leluasa masuk ke dalam rumah, sementara dinding yang rapuh tampak tak lagi mampu menopang bangunan dengan kokoh. Kondisi tersebut diperparah dengan struktur yang sudah miring dan berpotensi ambruk kapan saja.
Ironisnya, di tengah kondisi yang kian mengkhawatirkan, Carsid mengaku belum merasakan adanya perhatian serius dari pemerintah setempat.
“Saya berharap ada perhatian dari pemerintah, baik pemerintah daerah maupun pusat. Rumah ini sudah tidak layak huni, bahkan hampir ambruk,” ungkap Carsid kepada wartawan Journal Gamas.com saat ditemui di kediamannya. Minggu (22/3/2026)
Situasi ini bukan sekadar persoalan kenyamanan, melainkan sudah menyangkut keselamatan jiwa. Setiap hujan turun dan angin kencang datang, rasa cemas menyelimuti penghuni rumah yang sewaktu-waktu bisa tertimpa bangunan yang roboh.
Kondisi memprihatinkan tersebut juga menjadi sorotan warga sekitar. Mereka berharap pemerintah desa hingga kabupaten segera turun tangan sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Program bantuan rumah tidak layak huni (Rutilahu) yang seharusnya menjadi solusi bagi masyarakat kurang mampu, dinilai belum menyentuh seluruh lapisan warga yang benar-benar membutuhkan. Kasus yang dialami Carsid menjadi cerminan bahwa masih ada masyarakat yang luput dari pendataan maupun penanganan.
Harapan kini menggantung pada kepedulian pemerintah dan pihak terkait agar segera memberikan bantuan nyata. Sebab, di balik dinding yang retak dan atap yang bocor itu, ada nyawa yang setiap hari bertaruh dengan risiko runtuhnya tempat tinggal mereka sendiri.
/Yogi




