Advertisement
KUNINGAN - JOURNALGAMAS.COM,- Menjelang berakhirnya bulan suci Ramadhan, umat Muslim diingatkan untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan emas dalam meraih ampunan dan keberkahan. Momentum penghujung Ramadhan dinilai sebagai waktu yang sangat berharga untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas hubungan spiritual dengan Allah SWT.
Hal tersebut disampaikan oleh Moris, aktivis pergerakan Islam dari pengurus Gerakan Anti Maksiat (GAMAS) Kabupaten Kuningan. Dalam keterangannya, ia menekankan bahwa esensi ibadah di akhir Ramadhan bukan terletak pada lamanya waktu yang dihabiskan, melainkan pada ketulusan hati dalam mendekatkan diri kepada Allah.
“Di penghujung Ramadhan, bukan tentang siapa yang paling lama beribadah, tapi siapa yang paling tulus dalam mendekat kepada Allah,” ujar Moris.
Ia juga mengingatkan bahwa fase akhir Ramadhan merupakan salah satu waktu terbaik untuk memperbanyak doa dan memohon ampunan, sebelum kesempatan tersebut berlalu.
“Akhir Ramadhan adalah waktu terbaik untuk meminta, sebelum pintu ampunan kembali menyempit,” lanjutnya.
Menurut Moris, nilai utama dari bulan Ramadhan seharusnya tercermin pada perubahan sikap dan perilaku yang lebih baik, baik dalam kehidupan pribadi maupun sosial. Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan sisa waktu Ramadhan dengan memperbanyak ibadah, introspeksi diri, serta memperkuat keimanan.
Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa Ramadhan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum pembinaan diri agar menjadi pribadi yang lebih bertakwa dan berakhlak mulia.
Di akhir pernyataannya, Moris berharap seluruh umat Muslim dapat menutup bulan suci Ramadhan dengan penuh keikhlasan, memperbanyak taubat, serta membawa semangat perubahan positif yang berkelanjutan setelah Ramadhan berakhir.
/Bayu


