Journal Gamas

Label

lisensi

Red
Maret 20, 2026, 18.32 WIB
Last Updated 2026-03-20T11:32:20Z
HeadlinePeristiwa

Lebaran di Atas Puing: Rumah Iwan Roboh Dihantam Hujan, Harapan Ikut Runtuh

Advertisement

KUNINGAN - JOURNALGAMAS.COM,-
Di saat sebagian besar warga bersiap menyambut Idulfitri dengan suka cita, takdir berkata lain bagi Iwan (40) dan istrinya , Nur. Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Darma sejak Kamis malam menjadi awal dari petaka yang merenggut satu-satunya tempat berteduh mereka.

Rumah sederhana milik keluarga ini di Desa Karanganyar, RT 07/RW 02 Blok Pahing, ambruk seketika pada Jumat pagi, 20 Maret 2026, sekitar pukul 10.00 WIB. Bangunan yang telah lama rapuh itu tak lagi mampu menahan derasnya air hujan dan akhirnya runtuh, menyisakan puing-puing dan kepedihan.

Iwan, pria 40 tahun yang sehari-hari bekerja sebagai kuli bangunan, hanya bisa terpaku melihat rumah yang selama ini ia bangun dan rawat dengan susah payah kini rata dengan tanah.


Di tengah reruntuhan itu, ada satu hal yang masih bisa disyukuri, tak ada korban jiwa. Iwan dan Nur selamat. Namun, keselamatan itu harus dibayar mahal dengan kehilangan tempat tinggal satu-satunya ruang bagi mereka untuk bertahan hidup.

Ironisnya, musibah ini datang tepat di momen yang seharusnya penuh kebahagiaan. Ketika keluarga lain sibuk membeli baju baru dan menyiapkan hidangan lebaran, Iwan dan Nur justru harus menghadapi kenyataan pahit menyambut hari raya tanpa rumah.

“Lebaran tinggal hitungan hari, tapi mereka kehilangan segalanya,” ujar seorang warga dengan mata berkaca-kaca.

Respons cepat datang dari Pemerintah Desa Karanganyar. Kepala desa bergerak sigap berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Kuningan. Bantuan darurat pun segera disalurkan berupa terpal, tikar, selimut, pakaian, serta kebutuhan pokok.


Namun bantuan itu baru sebatas penopang sementara. Di balik itu, ada kebutuhan besar yang belum terjawab: membangun kembali rumah yang telah hancur.

Kini, harapan Iwan dan keluarganya bergantung pada perhatian lebih lanjut dari pemerintah dan kepedulian para dermawan. Tanpa itu, Idulfitri tahun ini bukan lagi tentang kemenangan, melainkan tentang bertahan di tengah kehilangan.

Di antara puing-puing yang tersisa, mereka hanya menyimpan satu harapan sederhana: bisa kembali punya tempat untuk berteduh dari panas dan hujan.

/Red