Journal Gamas

Label

lisensi

Red
Maret 31, 2026, 11.57 WIB
Last Updated 2026-03-31T04:57:57Z
EksosbudHeadline

Lebih Awal dari Pantura, Kuningan Rampungkan 78% Panen di Akhir Maret

Advertisement

KUNINGAN - JOURNALGAMAS.COM,-
Kabupaten Kuningan menutup Maret 2026 dengan capaian yang mencuri perhatian nasional. Saat sejumlah sentra padi utama di wilayah pantai utara (pantura) Jawa Barat baru bersiap memasuki panen raya pada April, Kuningan justru telah menuntaskan sekitar 78 persen panen dari total luas baku sawah (LBS).

Dari total LBS sebesar 26.016 hektare, sebanyak 20.310 hektare telah dipanen hingga 31 Maret 2026. Bahkan, puncak panen terjadi pada Maret dengan capaian 12.488 hektare—hampir 50 persen dari total areal sawah—menegaskan bahwa Kuningan telah lebih dulu memasuki fase panen raya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., menyebut capaian ini sebagai indikator kuat kesiapan daerah dalam menopang pasokan beras nasional sejak awal tahun.

“Per akhir Maret, sekitar 78 persen sawah di Kuningan sudah panen. Ini menunjukkan Kuningan tidak hanya lebih awal, tetapi juga lebih progresif dalam mengawal musim tanam dan panen. Kami hadir sebagai penyangga awal pasokan beras nasional,” ujarnya.


Akselerasi panen terjadi secara konsisten sejak awal tahun. Pada Januari, luas panen tercatat 2.669 hektare, meningkat pada Februari menjadi 5.153 hektare, dan melonjak signifikan pada Maret hingga mencapai 12.488 hektare.

Keunggulan ini didukung oleh karakter geografis Kuningan sebagai wilayah hulu dengan sumber air melimpah dari kawasan pegunungan, serta sistem irigasi gravitasi yang menjaga stabilitas pasokan air. Kondisi ini memungkinkan petani memulai tanam lebih awal, bahkan sekitar satu bulan lebih cepat dibandingkan daerah lain.

Sebaliknya, wilayah pantura menunjukkan pola berbeda. Di Kabupaten Cirebon, realisasi panen pada Januari dan Februari masih relatif terbatas, masing-masing sekitar 1.800 hektare dan 1.200 hektare, dengan panen raya diperkirakan berlangsung pada April hingga Juni.

Sementara itu, Kabupaten Indramayu sebagai salah satu lumbung padi nasional dengan luas baku sawah 125.088 hektare, mencatat panen Januari sebesar 877 hektare dan Februari 3.798 hektare. Panen mulai meningkat pada Maret (diproyeksikan 32.528 hektare), namun puncak panen raya tetap terjadi pada April dan Mei, masing-masing sebesar 48.215 hektare dan 39.071 hektare.

Perbedaan waktu panen antarwilayah ini, menurut Wahyu, justru menjadi kekuatan dalam sistem pangan nasional.

“Panen yang tidak terjadi serempak membuat pasokan beras lebih merata sepanjang waktu. Kuningan mengisi fase awal, sementara wilayah pantura akan menopang pada fase puncak. Ini penting untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan beras nasional,” tegasnya.

Dengan capaian 78 persen panen hingga akhir Maret, Kabupaten Kuningan menegaskan perannya bukan hanya sebagai daerah produsen, tetapi sebagai bagian penting dalam menjaga kesinambungan pasokan pangan nasional pada awal tahun 2026.

/Moris