Journal Gamas

Label

lisensi

Red
Maret 31, 2026, 10.25 WIB
Last Updated 2026-03-31T03:25:06Z
EksosbudHeadline

Survei Tanpa Solusi, Warga Kertawangunan Terancam di Bawah Atap Rapuh

Advertisement

KUNINGAN - JOURNALGAMAS.COM,-
Nasib memprihatinkan dialami warga Blok Parenca RT 03 RW 02, Desa Kertawangunan, Kabupaten Kuningan. Sebuah rumah milik Nana Suharna dilaporkan dalam kondisi nyaris ambruk, namun hingga kini belum mendapatkan penanganan konkret dari pemerintah setempat.

Ironisnya, di tengah kondisi bangunan yang kian membahayakan, respons dari pihak terkait dinilai masih sebatas formalitas. Kunjungan survei memang sempat dilakukan, namun belum berujung pada tindakan nyata yang dapat menyelamatkan kondisi rumah tersebut.

“Dari kemarin hanya survei saja. Dari pihak desa tidak ada respons yang jelas, dari kecamatan juga belum ada. Katanya bulan ini, tapi sampai sekarang belum ada kabar apa-apa,” ungkap Nana Suharna kepada wartawan, Selasa (31/3/2026).


Minimnya kehadiran negara dalam situasi genting ini semakin terasa ketika bantuan yang diterima hanya sebesar Rp2 juta dari Baznas, jumlah yang jauh dari cukup untuk memperbaiki kerusakan berat yang terjadi.

Kondisi rumah semakin kritis pascahujan deras yang mengguyur wilayah tersebut. Sekitar 25 genteng dilaporkan jatuh, memperparah kerusakan dan meningkatkan risiko bangunan roboh sewaktu-waktu. Situasi ini tidak hanya mengancam keselamatan penghuni, tetapi juga menjadi potret nyata lambannya respons birokrasi terhadap kebutuhan mendesak masyarakat.

Kritik pun mengemuka, bahwa pola penanganan yang hanya berhenti pada tahap pendataan tanpa aksi nyata merupakan bentuk ketidakpekaan terhadap kondisi warga yang membutuhkan pertolongan segera.

“Takutnya ambruk. Kemarin saja genteng sudah banyak yang jatuh. Jangan sampai menunggu kejadian yang lebih buruk baru ada tindakan,” tambahnya dengan nada penuh harap.

Peristiwa ini menjadi cerminan penting bahwa kehadiran pemerintah seharusnya tidak berhenti pada seremonial survei semata. Diperlukan langkah cepat, terukur, dan berorientasi pada keselamatan warga, terutama dalam kondisi darurat seperti ini.

Warga berharap pemerintah daerah, kecamatan, hingga instansi terkait segera mengambil tindakan nyata sebelum risiko berubah menjadi bencana yang tidak diharapkan.

Saat dikonfirmasi Nana sempat mengungkapkan panggilan "Bu Camat.. Amih Tuti.. Dan Anggota DPRD Tolong saya 


/Moris