Journal Gamas

Label


lisensi

Red
Februari 03, 2026, 20.21 WIB
Last Updated 2026-02-03T13:21:51Z
EksosbudHeadline

Brigade Proteksi Tanaman Diskatan Kuningan Gelar Gerdal OPT di Lima Lokasi

Advertisement

KUNINGAN - JOURNALGAMAS.COM,-
Selain memantau pelaksanaan teknis penyemprotan, Wahyu juga berdialog langsung dengan petani setempat untuk memperkuat pemahaman tentang Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Ia menegaskan bahwa pengendalian OPT tidak hanya bertumpu pada penyemprotan, tetapi harus diawali dengan pengamatan rutin serta penerapan budidaya yang sesuai anjuran.

“PHT menjadi kunci utama. Penggunaan pestisida harus berdasarkan rekomendasi teknis dan dilakukan secara bijak agar tidak menimbulkan resistensi OPT maupun merusak ekosistem pertanian,” katanya.

Pada hari yang sama, Brigade Proteksi Tanaman Diskatan juga melaksanakan empat Gerdal OPT lainnya secara paralel di lokasi berbeda, dengan metode pengendalian yang disesuaikan kondisi lapangan dan jenis OPT yang menyerang, yaitu:Gerdal OPT Padi Wereng Batang Cokelat (WBC) seluas 10 hektare di Poktan Muda Mandiri, Desa Bangunjaya, Kecamatan Subang.

Gerdal OPT Padi Tikus seluas 10 hektare di Poktan Mulya Tani, Desa Cikubangmulya, Kecamatan Ciawigebang.
Gerdal OPT Padi BLB/Blas seluas 5 hektare di Poktan Tani Mukti, Desa Babakanmulya, Kecamatan Cigugur.
Gerdal OPT Padi BLB seluas 10 hektare di Poktan Mekar Saluyu, Desa Bungurberes, Kecamatan Cilebak.

Wahyu menegaskan bahwa seluruh kegiatan Gerdal tersebut merupakan respons cepat atas laporan petani, sekaligus bentuk kehadiran aktif pemerintah daerah dalam menjaga produktivitas padi.

“Setiap laporan petani harus ditindaklanjuti secara cepat dan terukur. Pengendalian OPT tidak bisa ditunda karena berisiko menurunkan hasil panen. Karena itu, pendekatan yang kami lakukan bersifat spesifik lokasi dan spesifik organisme,” ujarnya.

Diskatan Kabupaten Kuningan memastikan pemantauan lanjutan pascagerdal akan terus dilakukan oleh POPT di lapangan untuk mengevaluasi efektivitas pengendalian serta mencegah serangan berulang. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga produksi padi dan memperkuat ketahanan pangan daerah.

/Moris