Advertisement
KUNINGAN - JOURNALGAMAS.COM,- Tokoh Pemuda Marhaen Jawa Barat sekaligus kader militan PDI Perjuangan, Iwa Gunawan, menyampaikan refleksi ideologis dalam momentum Hari Ulang Tahun ke-53 PDI Perjuangan. Ia menegaskan bahwa di usia matang ini, PDI Perjuangan harus semakin kokoh dalam komitmennya memperjuangkan demokrasi serta tetap berdiri tegak di tengah rakyat.
Menurut Iwa, kekuatan sejati PDI Perjuangan terletak pada militansi kader di semua tingkatan, mulai dari struktur DPC, PAC, Ranting hingga Anak Ranting. Mereka merupakan tulang punggung partai yang harus senantiasa bergerak serempak, turun ke bawah menyapa rakyat, serta hadir dalam setiap denyut kehidupan masyarakat.
“Ibu Ketua Umum Megawati Soekarnoputri selalu mengingatkan agar kader PDI Perjuangan tidak pernah memunggungi rakyat. Rakyatlah yang mengantarkan kader ke posisi terhormat, baik di legislatif maupun eksekutif,” ujar Iwa.
Namun demikian, ia menyoroti realitas di lapangan yang dinilainya masih jauh dari harapan. Iwa menilai tidak sedikit kader yang setelah memperoleh jabatan justru lebih mementingkan kepentingan pribadi, memperkaya diri, dan melupakan kader-kader di bawah yang telah berjuang membesarkan partai.
“Masih ada kader yang sudah nyaman duduk di kursi empuk kekuasaan, lupa bahwa tugas utama partai adalah turun ke lapangan, mendengar langsung keluhan rakyat, dan memberikan solusi nyata tanpa harus diminta,” tegasnya.
Ia pun mengimbau seluruh anggota DPR, khususnya dari Fraksi PDI Perjuangan di semua tingkatan, agar lebih peka terhadap kondisi sosial masyarakat dan kadernya. Menurutnya, kehadiran wakil rakyat harus dirasakan langsung oleh masyarakat, sehingga tidak muncul anggapan sudah jadi lupa kacang pada kulitnya.
Khusus bagi kader baru, termasuk para kepala desa yang kini menjadi anggota legislatif, Iwa meminta agar mampu menyesuaikan sikap dan karakter sebagai kader PDI Perjuangan yang berwatak demokratis, menjunjung tinggi nilai kerakyatan, serta peduli terhadap kader di bawah yang kurang beruntung.
“Menjadi kader partai, apalagi yang telah mendapat posisi strategis, pada hakikatnya adalah pengabdian dan pengorbanan demi kepentingan rakyat banyak,” ujarnya.
Lebih lanjut, Iwa menegaskan bahwa jati diri PDI Perjuangan tidak bisa dilepaskan dari nilai Marhaenisme, sebagaimana ajaran Bung Karno melalui dialognya dengan Ki Marhaen. Nilai tersebut menekankan pentingnya kemandirian bangsa dalam mengelola tanah, pertanian, dan kekayaan alam demi keberlanjutan hidup rakyat.
Sejalan dengan itu, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dinilai konsisten memberikan teladan nyata, terutama dalam menjaga lingkungan. Megawati kerap menanam pohon, termasuk menanam biji yang dibawanya sendiri di rumah, serta selalu mengawali kunjungan kenegaraan dengan penanaman pohon endemik.
Tak hanya itu, partai juga telah mendeklarasikan program Leuweung Pajajaran, melaksanakan Ekspedisi Trisakti ke berbagai gunung untuk mendata dan melestarikan pohon endemik, serta mendorong setiap PAC memiliki lahan tanam pangan alternatif sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan di masa depan.
“Karena itu, sinergi tiga pilar partai eksekutif, legislatif, dan struktur partai harus terus diperkuat. Ini adalah tugas ideologis PDI Perjuangan dalam memperbaiki lingkungan, menjaga ketersediaan pangan, dan mensejahterakan rakyat,” pungkasnya.
Memasuki usia ke-53 tahun, PDI Perjuangan kembali menegaskan posisinya sebagai partai yang berakar kuat pada nilai-nilai kerakyatan, dengan semangat konsolidasi total untuk mengawal demokrasi dan mempererat solidaritas di tengah dinamika sosial masyarakat.
Satyam Eva Jayate - Kebenaran Pasti Menang.
/Red


