Journal Gamas

Label


lisensi

Red
Januari 01, 2026, 14.35 WIB
Last Updated 2026-01-01T07:36:18Z
EksosbudHeadline

Gema Doa dari Bali: Setya Kita Pancasila Perkokoh Nasionalisme dan Integritas Menyongsong 2026

Advertisement

BADUNG, BALI -
JOURNALGAMAS.COM,- Di bawah langit akhir tahun Kabupaten Badung, Bali, Organisasi Kemasyarakatan Setya Kita Pancasila (SKP) menggelar malam refleksi spiritual yang mendalam bertajuk "Malam Doa Bersama di Pengujung Tahun 2025". Acara yang berlangsung khidmat pada Rabu malam (31/12/2025), ini bukan sekadar seremoni pergantian tahun, melainkan momentum penguatan nalar kebangsaan dan solidaritas organisasi demi keselamatan ibu pertiwi.

Hadir memimpin jalannya acara, Ketua Umum DPP SKP Indonesia, Andreas Sumual, didampingi Sekretaris Jenderal DPP SKP, Meyske Yunita. Kemegahan spiritual semakin terasa dengan kehadiran tokoh-tokoh dari wadah "Manggala Taksu Agung", para penjaga taksu Bali yang secara konsisten mendoakan keharmonisan alam, keseimbangan bumi, dan kejayaan pemerintah.

Mengusung tema "Satu Tekad, Satu Tujuan: Pererat Sinergi Setya Kita Pancasila Tahun 2026 Menuju Indonesia Emas", kegiatan ini menjadi manifestasi nyata SKP dalam membumikan ideologi Pancasila di tengah dinamika global.

Dalam arahannya yang membakar semangat, Ketua Umum Andreas Sumual menegaskan bahwa SKP adalah garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI. Di tengah keheningan doa yang dibacakan oleh Pembina SKP DPW Bali sekaligus tokoh spiritual, Jro Gede Widiarta, seluruh keluarga besar SKP memanjatkan doa khusus untuk Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto.

“Kami mendoakan agar Bapak Presiden Prabowo Subianto senantiasa dikaruniai kesehatan lahir batin dan hikmat kebijaksanaan untuk membawa bangsa ini menuju kejayaan. SKP berdiri tegak mendukung visi beliau dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat dan disegani di dunia internasional,” tegas Andreas Sumual.

Tak hanya refleksi, SKP juga menyuarakan pernyataan sikap yang tegas terkait integritas bangsa. Melalui doa lintas agama, SKP memohon agar Indonesia dijauhkan dari marabahaya, serta secara eksplisit menyerukan pembersihan sistem pemerintahan dari virus korupsi dan nepotisme.

“Setya Kita Pancasila berkomitmen menjadi organisasi yang bersih. Kami memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar negeri ini dibebaskan dari belenggu koruptor yang mencederai nilai keadilan Pancasila,” ujar Sekjen DPP SKP, Meyske Yunita.

Momen paling istimewa terjadi saat prosesi adat penganugerahan gelar sebagai Anggota Kehormatan Manggala Taksu Agung dan Warga Adat Bali. Ketua Manggala Taksu Agung, Jro Gde Widiarta, ST, secara resmi memberikan gelar kehormatan kepada pimpinan pusat SKP:

Gusti Andreas Sumual (Ketua Umum DPP SKP)

Gusti Meyske Yunita (Sekjen DPP SKP)

Pemberian gelar ini menandakan kedekatan emosional dan spiritual yang erat antara perjuangan Pancasila dengan kearifan lokal Bali.

Acara ditutup dengan sesi tiup lilin dan apemotongan kue ulang Tahun Setya Kita Pancasila yang ke 5 bersama-sama dengan para anggota yang berulang tahun di bulan Desember, menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat. Doa bersama lintas agama menjadi penutup yang manis, mencerminkan wajah Indonesia yang toleran dan rukun.

Menyongsong tahun 2026, Setya Kita Pancasila menyatakan kesiapan penuh untuk bersinergi dengan seluruh elemen bangsa demi menjaga api Pancasila tetap menyala dalam setiap sendi kehidupan.

/Moris