Journal Gamas

Label


lisensi

Red
Desember 29, 2025, 17.52 WIB
Last Updated 2025-12-29T10:52:35Z
EksosbudHeadline

Pertanian Kuningan Melesat, Bantuan Alsintan Rp10 Miliar Perkuat Produksi dan Kesejahteraan Petani

Advertisement

KUNINGAN - JOURNALGAMAS.COM,-
Pemerintah Kabupaten Kuningan terus memperkuat sektor pertanian sebagai fondasi utama ketahanan pangan daerah dan nasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian RI dalam rangka percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) serta penguatan swasembada pangan tahun 2025, yang dilaksanakan pada Senin, 29 Desember 2025 di Halaman Setda KIC Kabupaten Kuningan.

Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. menegaskan bahwa bantuan alsintan yang diserahkan tidak sekadar bersifat fisik, melainkan merupakan bagian dari strategi besar modernisasi pertanian untuk meningkatkan efisiensi usaha tani dan kesejahteraan petani.

“Alsintan ini adalah alat perjuangan petani. Dengan teknologi yang tepat, kita mendorong percepatan tanam dan panen, menekan kehilangan hasil, serta memastikan produktivitas lahan terus meningkat,” ujar Bupati.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kuningan secara khusus menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan di bawah kepemimpinan Dr. Wahyu Hidayah, M.Si. Bupati menilai Diskatan mampu menjaga sektor pertanian tetap bergerak maju di tengah keterbatasan fiskal daerah, melalui kerja keras, kepemimpinan yang solid, serta komunikasi yang efektif dengan pemerintah pusat.

“Kinerja Diskatan di bawah kepemimpinan Dr. Wahyu Hidayah menunjukkan bahwa dengan integritas, konsistensi, dan keberpihakan yang jelas kepada petani, keterbatasan anggaran bukanlah penghalang untuk mencatatkan prestasi. Inilah birokrasi yang bekerja, hadir di lapangan, dan memberikan solusi nyata,” tegas Bupati.

Lebih lanjut Bupati Dian memaparkan bahwa kinerja sektor pertanian Kabupaten Kuningan menunjukkan capaian yang sangat menggembirakan. Produksi beras Kuningan terus meningkat dari 224 ribu ton pada tahun 2023, menjadi 225 ribu ton pada tahun 2024, dan melonjak signifikan pada tahun 2025 hingga mencapai lebih dari 254 ribu ton. Dengan kebutuhan konsumsi sekitar 134 ribu ton, Kabupaten Kuningan kembali mencatat surplus hampir 120 ribu ton beras.

Capaian tersebut didukung oleh luas tanam dan panen yang mencapai sekitar 64 ribu hektare, melampaui target provinsi, dengan produktivitas rata-rata lebih dari 61 kuintal per hektare. Menurut Bupati, keberhasilan ini merupakan hasil sinergi berbagai faktor, mulai dari iklim yang kondusif, peningkatan indeks pertanaman, optimalisasi lahan, penguatan irigasi, hingga pemanfaatan alsintan secara masif dan tepat guna.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., usai apel dalam keterangannya menyampaikan bahwa sepanjang Januari hingga Desember 2025, Kabupaten Kuningan telah menerima 9 jenis alsintan dengan total 337 unit, dengan nilai mendekati Rp10 miliar, yang seluruhnya bersumber dari dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

“Bantuan alsintan ini menjadi tulang punggung percepatan mekanisasi pertanian di Kuningan. Dengan mekanisasi yang semakin kuat, kami mendorong peningkatan indeks pertanaman, efisiensi biaya produksi, serta percepatan tanam dan panen di tingkat petani,” jelas Wahyu.

Dr. Wahyu merinci bahwa alsintan yang diterima terdiri dari Combine Harvester 5 unit, Crawler Traktor 1 unit, Traktor Roda Empat (TR4) 10 unit, Traktor Roda Dua (TR2) 24 unit, Rice Transplanter 5 unit, Hand Sprayer 198 unit, Power Thresher 22 unit, Pompa Air 70 unit, serta Corn Sheller 2 unit. Seluruhnya didistribusikan secara bertahap dan berbasis kebutuhan wilayah.

Untuk penyerahan alsintan pada hari ini, bantuan alsintan disalurkan kepada 34 kelompok tani (poktan) yang tersebar di 34 desa pada 22 kecamatan di Kabupaten Kuningan. Jenis alsintan yang diserahkan meliputi traktor roda empat, combine harvester, crawler traktor, traktor roda dua, pompa air, serta hand sprayer, yang siap dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan produksi pertanian di lapangan.

Selain penguatan mekanisasi, Wahyu menegaskan penguatan irigasi juga menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Kabupaten Kuningan dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan. Sepanjang tahun 2025 dilakukan program optimalisasi lahan seluas 2.236 hektare dengan berbagai kegiatan penguatan irigasi pertanian. Kegiatan tersebut meliputi Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT), pembangunan irigasi perpompaan, irigasi perpipaan, dam parit, serta embung sebagai sumber cadangan air di kawasan pertanian. Upaya ini ditujukan untuk menjamin ketersediaan air, khususnya di wilayah tadah hujan.

Hasilnya, pembangunan irigasi perpompaan mampu meningkatkan indeks pertanaman dari IP 100 menjadi IP 200 hingga IP 230, sehingga petani dapat menanam dua sampai tiga kali dalam setahun secara lebih pasti dan terjadwal.

Pada tahun yang sama, Diskatan Kabupaten Kuningan juga mengusulkan kegiatan RJIT kepada BBWS Cimanuk Cisanggarung dan BBWS Citanduy. Seluruh usulan tersebut mendapat fasilitasi, dengan realisasi pembangunan 138 titik RJIT yang memperkuat jaringan irigasi hingga tingkat usaha tani yang pengerjaannya dilakukanoleh pihak ketiga yang ditunjuk oleh BBWS.

“Kami memadukan alsintan dengan penguatan infrastruktur irigasi. Tujuannya agar peningkatan produksi tidak hanya bergantung pada musim, tetapi bisa berlangsung lebih stabil dan berkelanjutan,” tambahnya.

Dalam apel dan penyerahan alsintan tersebut, Wahyu Hidayah juga melaporkan kepada Bupati dan Wakil Bupati Kuningan bahwa Kabupaten Kuningan memperoleh apresiasi dari Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI atas kontribusinya dalam mendukung peningkatan produksi padi di Provinsi Jawa Barat. Secara regional, produksi padi Jawa Barat tahun 2025 tercatat mencapai 10,2 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), sementara produksi nasional mencapai 60,37 juta ton GKG.

“Capaian ini menegaskan bahwa Kabupaten Kuningan memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan Jawa Barat dan nasional,” ujarnya.

Dengan sinergi pemerintah pusat, daerah, dan pelaku utama pertanian, Pemerintah Kabupaten Kuningan optimistis sektor pertanian akan terus tumbuh sebagai penggerak ekonomi daerah, sejalan dengan semangat Kuningan MELESAT menuju pertanian yang kuat, mandiri, dan berdaulat.

/Moris