Advertisement
KUNINGAN - JOURNALGAMAS.COM,- Program Magang Usaha Tani bagi Regenerasi Petani yang dilaksanakan di Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Lembah Kemuning, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, resmi ditutup pada Sabtu, 27 Desember 2025. Penutupan kegiatan tersebut dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si.
Program magang yang berlangsung sejak 5 November hingga 27 Desember 2025 ini diikuti oleh 32 peserta yang berasal dari 13 kecamatan di Kabupaten Kuningan. Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi strategis antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam rangka memperkuat regenerasi petani muda, sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan di sektor agribisnis.
Dalam sambutannya, Dr. Wahyu Hidayah menegaskan bahwa regenerasi petani menjadi salah satu agenda penting pembangunan pertanian daerah. Menurutnya, sektor pertanian ke depan membutuhkan sumber daya manusia muda yang adaptif, berwawasan usaha, serta mampu menjawab tantangan global, termasuk perubahan iklim dan dinamika pasar.
“Melalui magang usaha tani ini, peserta tidak hanya dibekali keterampilan teknis, tetapi juga pemahaman menyeluruh tentang pertanian modern yang berkelanjutan, tanpa meninggalkan kearifan lokal yang telah menjadi kekuatan pertanian Kuningan,” ujar Wahyu.
Dr. Wahyu menjelaskan bahwa kurikulum pelatihan dirancang untuk mendorong peserta berani berinovasi, khususnya dalam menyikapi tantangan perubahan iklim, efisiensi produksi, serta upaya mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia melalui pendekatan ramah lingkungan dan berbasis sumber daya lokal.
Wahyu juga mengapresiasi peran P4S Lembah Kemuning sebagai mitra strategis pemerintah dalam pengembangan kapasitas petani. Menurutnya, keberadaan P4S menjadi bukti bahwa pemberdayaan pertanian dapat tumbuh dari kekuatan masyarakat, sejalan dengan program pemerintah.
“P4S memiliki peran penting sebagai laboratorium lapangan bagi petani muda. Di sinilah proses belajar berlangsung secara nyata, dari hulu hingga hilir, termasuk aspek manajemen usaha tani,” katanya.
Menutup rangkaian kegiatan, Kepala Diskatan Kabupaten Kuningan tersebut secara simbolis menyerahkan sertifikat kepada para pelatih dan seluruh peserta magang. Ia berharap para lulusan program ini mampu menjadi agen perubahan di wilayah masing-masing, serta berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.
“Harapan kami, peserta tidak berhenti sampai di sini. Ilmu dan pengalaman yang diperoleh harus diterapkan, dikembangkan, dan ditularkan kepada petani lainnya, sehingga regenerasi petani di Kabupaten Kuningan dapat berjalan secara berkelanjutan,” pungkas Wahyu.
/Moris


