Advertisement
KUNINGAN - JOURNALGAMAS.COM,- Guru senior SMAN 3 Kuningan, Dede Mulyana, S.Pd., menegaskan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama seluruh komponen masyarakat, bukan hanya sekolah semata. Ia mengingatkan agar publik tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang cenderung menyalahkan sekolah setiap kali muncul persoalan di dunia pendidikan.
Menurut Dede, pandangan yang tidak objektif dan terburu-buru dalam menyimpulkan masalah pendidikan justru berpotensi menimbulkan dampak negatif, baik terhadap perkembangan sistem pendidikan maupun terhadap kesejahteraan peserta didik. “Ketika terjadi persoalan, sekolah seringkali langsung dijadikan sasaran utama kesalahan. Padahal, hal tersebut tidak sepenuhnya adil,” ujarnya. Sabtu (27/12/2025)
Ia menjelaskan bahwa sekolah merupakan lembaga yang kompleks, di dalamnya terdapat banyak unsur yang saling berkaitan, mulai dari guru, siswa, orang tua, hingga tenaga kependidikan. Setiap unsur memiliki peran dan tanggung jawab masing-masing dalam mendukung keberhasilan proses pendidikan. Oleh karena itu, permasalahan yang muncul tidak selalu bersumber dari sekolah saja.
“Faktor lain seperti kurangnya dukungan orang tua, persoalan pribadi siswa, hingga kondisi sosial dan budaya masyarakat juga sangat berpengaruh terhadap dinamika pendidikan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Dede menekankan pentingnya menghindari tuduhan dan kesimpulan yang tergesa-gesa tanpa didukung data dan fakta yang jelas. Ia mengajak semua pihak untuk mengedepankan proses penyelidikan yang objektif dan menyeluruh agar akar persoalan dapat ditemukan dan diselesaikan secara tepat.
Selain itu, ia juga mendorong terbangunnya budaya komunikasi dan kerja sama yang baik antara sekolah, orang tua, dan masyarakat.
Menurutnya, komunikasi yang sehat menjadi kunci utama dalam mencegah konflik serta menciptakan solusi yang saling menguntungkan. “Kita harus saling mendengarkan, memahami, dan menghargai perbedaan pandangan demi kepentingan pendidikan,” katanya.
Tak kalah penting, Dede mengingatkan agar sekolah dan guru mendapatkan dukungan nyata dari berbagai pihak. Dukungan tersebut dapat diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam kegiatan sekolah, pemberian masukan yang konstruktif, serta penghargaan terhadap dedikasi dan kerja keras para pendidik.
“Dengan dukungan moral, emosional, dan kolaborasi yang kuat, guru akan lebih termotivasi dalam menjalankan tugasnya mendidik generasi bangsa,” jelasnya.
Ia pun menutup dengan menegaskan kembali bahwa keberhasilan pendidikan hanya dapat terwujud apabila seluruh elemen masyarakat bersatu dan mengambil peran sesuai kapasitasnya masing-masing. “Dengan sikap objektif dan semangat kebersamaan, kita dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif dan berkelanjutan bagi masa depan anak-anak kita,” pungkasnya.
/Red


