Advertisement
KUNINGAN - JOURNALGAMAS.COM,- Perayaan pergantian tahun kerap diwarnai euforia yang berlebihan serta menjurus pada gaya hidup hedonisme. Fenomena ini juga ditandai dengan maraknya pesta minuman keras, penyalahgunaan narkoba, serta perilaku seks bebas yang terjadi di berbagai tempat.
Aktivitas tersebut bahkan dianggap sebagai rutinitas tahunan, terutama di kalangan generasi muda atau Gen Z yang masih berada dalam fase pencarian jati diri dan proses pematangan emosi.
Kondisi ini dinilai sebagai bentuk degradasi moral yang serius. Dalam perspektif agama, khususnya syariat Islam, perilaku tersebut merupakan penyimpangan nyata dari norma dan nilai yang berlaku. Praktik maksiat seperti miras, narkoba, dan seks bebas tidak hanya dikategorikan sebagai dosa besar, tetapi juga diyakini dapat mengundang murka Allah SWT, sehingga azab dapat ditimpakan bukan hanya kepada pelakunya, melainkan juga kepada masyarakat secara luas apabila kemaksiatan dibiarkan.
Menyikapi fenomena tersebut, Ketua Gerakan Anti Maksiat (GAMAS), Kabupaten Kuningan. Ustadz Iing Sholihin, menyampaikan pesan moral dan keprihatinannya kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Ia menegaskan bahwa pergantian tahun seharusnya dijadikan momentum muhasabah diri, introspeksi, dan memperbaiki kualitas iman serta akhlak, bukan justru larut dalam perayaan yang melanggar norma agama dan sosial. Ujarnya Selasa. (30/12/2025)
“Euforia tahun baru jangan sampai menghilangkan akal sehat dan nilai keimanan. Setiap perbuatan akan dimintai pertanggungjawaban, baik di dunia maupun di akhirat. Maksiat yang dilakukan secara terbuka dan massal sangat berbahaya karena dampaknya tidak hanya dirasakan pelaku, tetapi juga masyarakat luas,” tegas Ustadz Iing.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga pemerintah, untuk bersama-sama memperkuat pengawasan dan pembinaan moral, terutama terhadap generasi muda. Menurutnya, peran keluarga dan lingkungan sangat menentukan dalam membentengi anak-anak bangsa dari pengaruh negatif pergaulan bebas.
“GAMAS mengajak masyarakat untuk mengisi malam pergantian tahun dengan kegiatan yang positif, bernilai ibadah, dan bermanfaat, seperti doa bersama, zikir, serta refleksi diri. Dengan demikian, tahun baru dapat menjadi awal yang lebih baik, bukan awal dari kemaksiatan,” pungkasnya.
/Moris


