Advertisement
KUNINGAN - JOURNALGAMAS.COM,- Ketua Forum Masyarakat Sipil Independen (FORMASI), Manap Suharnap, menegaskan bahwa status Gunung Ciremai sebagai Taman Nasional sebaiknya tetap dipertahankan. Menurutnya, keberadaan badan atau lembaga vertikal sebagai pengelola kawasan justru menjadi benteng utama dalam menjaga kelestarian lingkungan dari berbagai konflik kepentingan juga menghindar terjadinya konflik sosial.
Manap menyebutkan, perbedaan pandangan antara pihak yang setuju dan tidak setuju terhadap status Taman Nasional merupakan persoalan klasik. Namun demikian, ia menilai pengelolaan oleh lembaga vertikal, dalam hal ini Kementerian terkait, masih menjadi pilihan terbaik dibandingkan diserahkan kepada pihak lain yang rawan kepentingan.
“Kalau dikelola badan vertikal, paling tidak ada garda terdepan yang bertanggung jawab atas perlindungan kawasan. Dengan segala kekurangannya, itu masih lebih baik daripada tidak ada sama sekali, karena kalau tidak, akan mudah diobok-obok oleh oligarki, pemilik modal, atau dalih pembangunan,” ujar Manap, Selasa (30/12/2025).
Ia mencontohkan pengelolaan sumber daya air yang kerap menimbulkan persoalan ketika diserahkan kepada pihak-pihak yang tidak memiliki otoritas dan perlindungan hukum yang kuat. Dalam banyak kasus, kondisi tersebut justru memicu konflik antar warga akibat berebut kepentingan.
“Banyak cerita ketika pengelolaan diserahkan ke masyarakat atau badan yang kurang kuat secara kewenangan, akhirnya mudah diperebutkan dan yang berkonflik justru masyarakat sendiri,” tambahnya.
Oleh karena itu, Manap menilai penyerahan pengelolaan kepada lembaga vertikal seperti kementerian merupakan langkah yang lebih aman. Selain mencegah kawasan terbengkalai, keberadaan lembaga negara juga dinilai mampu meminimalisir konflik serta menjaga fungsi ekologis Gunung Ciremai secara berkelanjutan.
Di samping itu dengan status Gunung Ciremai sebagai taman nasional juga akan mencegah masuknya mafia tanah yang perlahan-lahan akan menyiasati penguasaan lahan sebagai pesanan pihak tertentu.
Ia pun mendorong agar kajian terkait pengelolaan Gunung Ciremai terus dikembangkan, namun tetap berangkat dari prinsip perlindungan lingkungan dan kepentingan jangka panjang masyarakat.
Namun demikian semua pihak hendaknya tetap duduk bersama untuk mencari solusi jalan tengah untuk mewadahi semua usulan sehingga tercipta win win solution, yaitu membangun sinergitas antar lembaga pemerintah, utamanya terkait penertiban pemanfaatan air harus ada kesepakatan kerjasama antara BTNGC, Pemda Kuningan dan pengusaha atau masyarakat.
/Red


