Journal Gamas

Label

lisensi

Red
Oktober 27, 2026, 17.16 WIB
Last Updated 2026-10-27T10:16:28Z
HeadlinePendidikan

Sekda Kuningan Tekankan Pentingnya Kompetensi Guru di Era Digital

Advertisement

KUNINGAN - JOURNALGAMAS.COM,-
Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) menjadi tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan. Di tengah perubahan tersebut, guru dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi dan beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan peran utama dalam membentuk karakter serta menanamkan nilai-nilai kemanusiaan kepada peserta didik.

Hal tersebut mengemuka dalam Seminar Nasional Pendidikan yang dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan, Uu Kusmana, S.Sos., M.Si., mewakili Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., di Auditorium SMK Negeri 3 Kuningan, Selasa (27/10/2026).

Seminar yang diselenggarakan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kuningan itu mengusung tema “Memperkuat Solidaritas dan Profesionalisme Guru Melalui Pengembangan Karier, Peningkatan Kesejahteraan dan Pemahaman Regulasi Pendidikan Menuju Indonesia Unggul dan Berdaulat”.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Sekda, Uu menyampaikan bahwa guru harus memiliki kemauan untuk terus belajar dan menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Penguasaan teknologi menjadi kebutuhan, tetapi karakter, keteladanan, dan akhlak tetap harus menjadi fondasi utama dalam pendidikan.

“Jangan sampai peserta didik kita lebih cepat menguasai teknologi daripada gurunya, bukan karena gurunya tidak mampu, melainkan karena gurunya tidak lagi bersedia belajar,” demikian pesan Bupati yang disampaikan Sekda.


Menurutnya, teknologi dan AI dapat membantu guru dalam menyampaikan informasi serta mengembangkan materi pembelajaran. Namun, teknologi tidak dapat sepenuhnya menggantikan peran guru dalam menanamkan nilai-nilai kehidupan, membangun empati, dan membimbing peserta didik menjadi pribadi yang bertanggung jawab.

Selain menyoroti tantangan digitalisasi, Uu mengajak PGRI memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Kuningan.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah rata-rata lama sekolah (RLS) yang dalam sambutan tersebut disebut masih berada pada angka 7,92 tahun.

“Pendidikan di Kabupaten Kuningan ini masih banyak pekerjaan rumahnya. Salah satunya rata-rata lama sekolah yang masih di luar target. Mudah-mudahan saya minta kepada PGRI dan jajarannya membantu Dinas Pendidikan agar target rata-rata lama sekolah ini bisa tercapai,” ujar Uu.

Ia menegaskan, peningkatan rata-rata lama sekolah membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, tidak hanya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, tetapi juga Kementerian Agama serta unsur masyarakat lainnya.

Melalui sinergi tersebut, diharapkan akses pendidikan semakin luas, keberlanjutan pendidikan peserta didik meningkat, dan kualitas sumber daya manusia Kabupaten Kuningan semakin baik.

Dalam sambutan Bupati, Pemerintah Kabupaten Kuningan juga menyampaikan apresiasi kepada PGRI yang selama ini berkontribusi dalam meningkatkan profesionalisme tenaga pendidik.

Pengembangan karier, peningkatan kesejahteraan, dan pemahaman regulasi dinilai perlu berjalan beriringan agar guru dapat menjalankan tugas secara profesional serta memperoleh kepastian dalam menjalani profesinya.

Pemerintah Kabupaten Kuningan turut menaruh perhatian terhadap pemenuhan kebutuhan pembiayaan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), termasuk PPPK paruh waktu, dengan tetap mempertimbangkan kemampuan fiskal daerah.

Bupati berharap kebijakan pemerintah pusat terkait pengelolaan dan pembiayaan tenaga pendidik dapat memberikan kepastian bagi para guru sekaligus mendukung peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan.

Ketua PGRI Kabupaten Kuningan, Ida Suprida, juga berperan dalam memperkuat komunikasi antara organisasi profesi dan pemerintah, khususnya dalam menampung serta memperjuangkan aspirasi tenaga pendidik.

Dalam seminar tersebut, berbagai persoalan yang dihadapi guru menjadi bahan pembahasan, mulai dari kesejahteraan, pencairan tunjangan profesi guru (TPG), kepastian status kepegawaian, hingga pengembangan karier.

Persoalan administrasi data pendidikan melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik) turut menjadi perhatian karena berkaitan dengan pemenuhan persyaratan dan kelancaran proses pencairan tunjangan.

Selain itu, kebutuhan pengawas sekolah, penerapan regulasi jabatan kepala sekolah, mekanisme kenaikan pangkat, uji kompetensi, serta ketersediaan formasi jabatan fungsional juga menjadi isu yang dibahas.

Kepastian status kepegawaian, baik bagi PPPK paruh waktu maupun penuh waktu, turut menjadi perhatian dalam pembahasan mengenai kesejahteraan tenaga pendidik.

Melalui forum diskusi dan talkshow, para guru mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan persoalan yang dihadapi secara langsung kepada narasumber dari unsur pemerintah dan organisasi profesi.

PGRI diharapkan terus menjadi rumah besar bagi para guru untuk saling menguatkan, berbagi pengalaman, meningkatkan kompetensi, serta memperjuangkan aspirasi secara konstruktif.

Solidaritas guru tidak hanya diwujudkan melalui kebersamaan dalam organisasi, tetapi juga melalui tindakan nyata, seperti berbagi praktik pembelajaran yang baik, membantu rekan sejawat yang mengalami kesulitan, dan menjaga kehormatan profesi pendidik.

Sementara itu, Ketua Panitia, Surya, S.Pd., M.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa Seminar Nasional Pendidikan tersebut mendapat antusiasme tinggi dari para guru di Kabupaten Kuningan.

Ia menjelaskan, pendaftaran peserta yang dilakukan secara daring telah terpenuhi dalam waktu sekitar dua jam. Peringatan HUT PGRI tahun ini juga dilaksanakan di masing-masing cabang di setiap kecamatan, sedangkan seminar nasional menjadi salah satu kegiatan yang dipusatkan di tingkat kabupaten.

Menurut Surya, seminar dikemas dalam format diskusi dan talkshow agar peserta dapat berinteraksi langsung dengan narasumber, mengajukan pertanyaan, serta memperoleh penjelasan mengenai berbagai persoalan pendidikan, termasuk regulasi, kesejahteraan, dan pengembangan karier guru.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Jawa Barat Dr. Sugito Adiwarsito, M.Pd., M.Or., Ketua Pengurus Besar PGRI Dr. Dudung Abdul Qodir, M.Pd., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan Dr. Carlan, S.Pd., M.M.Pd., Ketua PGRI Kabupaten Kuningan Ida Suprida, S.Pd., M.M., serta jajaran pengurus PGRI dan guru dari berbagai wilayah di Kabupaten Kuningan.

/Moris