Journal Gamas

Label

lisensi

Red
Oktober 28, 2026, 10.22 WIB
Last Updated 2026-10-28T03:22:18Z
HeadlineNasional

Ketua Front Jihad Islam Kuningan Toto Budiarto Ajak Pemuda Rawat Persatuan dan Perkuat Karakter Bangsa

Advertisement

KUNINGAN - JOURNALGAMAS.COM,-
Peringatan Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober 2026 menjadi momentum untuk memperkuat semangat persatuan, menumbuhkan kepedulian sosial, serta membangun generasi muda yang berilmu dan berakhlak mulia.

Ketua Front Jihad Islam Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kabupaten Kuningan, Toto Budiarto, mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjadikan nilai-nilai Sumpah Pemuda sebagai landasan dalam menjaga persatuan dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

Menurutnya, keberagaman latar belakang bukanlah alasan untuk terpecah belah. Sebaliknya, perbedaan harus menjadi kekuatan yang menyatukan langkah dalam mewujudkan Indonesia yang lebih baik.

Semangat Sumpah Pemuda juga menjadi pengingat bahwa cita-cita kebangsaan perlu diwujudkan melalui sikap saling menghormati, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Dalam momentum bersejarah tersebut, Toto Budiarto menekankan pentingnya membangun generasi yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga menjunjung tinggi nilai moral, akhlak mulia, dan tanggung jawab sosial.

Menurutnya, kontribusi terhadap bangsa dapat dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga. Keluarga yang kokoh menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter generasi penerus yang mampu menghadapi tantangan zaman.

Karena itu, semangat persatuan perlu terus dirawat melalui tindakan nyata, baik dalam kehidupan keluarga, masyarakat, maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa untuk memperkuat kebersamaan, menjaga persaudaraan, dan mengambil peran sesuai kemampuan masing-masing demi masa depan Indonesia.

Semangat Sumpah Pemuda yang terangkum dalam ikrar Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa Indonesia hendaknya terus hidup dalam tindakan dan pengabdian nyata, demi terwujudnya bangsa yang bersatu, berkarakter, dan bermartabat.

/Yogi