Journal Gamas

Label

lisensi

Red
September 08, 2026, 19.52 WIB
Last Updated 2026-09-08T12:52:19Z
EksosbudHeadline

Iwan Pebri: Pesta Rakyat Panglawungan Budaya Sunda Bukan Sekadar Hiburan

Advertisement

KUNINGAN - JOURNALGAMAS.COM, -
Suasana meriah dan sarat nuansa kebudayaan mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Desa Tanjungkerta, Kecamatan Karangkancana, Kabupaten Kuningan.

Berpusat di Lapangan Sepak Bola Kertipala, Pemerintah Desa Tanjungkerta bersama panitia menggelar rangkaian kegiatan bertajuk “Pesta Rakyat Panglawungan Budaya Sunda Kuningan” yang berlangsung mulai 4 hingga 11 September 2026.

Rangkaian kegiatan tersebut diisi dengan berbagai perlombaan tradisional dan pertunjukan seni budaya Sunda. Sejumlah kegiatan yang digelar di antaranya Pasanggiri OTRAD, bobodoran, wayang golek, seni jaipongan, serta perlombaan antardesa dan antar-RT.

Sejak hari pertama penyelenggaraan, kegiatan tersebut mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Warga tampak memadati kawasan Lapangan Sepak Bola Kertipala untuk menyaksikan sekaligus mengikuti berbagai rangkaian acara yang disiapkan panitia.

Kepala Desa Tanjungkerta, IWAN FEBRI SUWANDI, S.E.,M.M ;menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas terselenggaranya Pesta Rakyat Panglawungan Budaya Sunda tersebut. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan dalam memeriahkan peringatan kemerdekaan, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus menjaga adat dan kebudayaan Sunda.

“Kegiatan pesta rakyat ini bukan sekadar hiburan dalam memperingati hari kemerdekaan, tetapi juga momentum penting untuk memelihara adat dan kebudayaan Sunda. Kami ingin semangat kebersamaan masyarakat Desa Tanjungkerta terus terjaga melalui kegiatan positif yang mengedukasi dan menghibur seperti ini,” ujar Iwan Pebri Selasa (8/9/2026)

Iwan menegaskan, kelancaran seluruh rangkaian kegiatan tidak terlepas dari semangat gotong royong masyarakat Desa Tanjungkerta. Ia pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan dan berkontribusi, baik melalui tenaga maupun pikiran.

“Ini semua berkat gotong royong masyarakat Desa Tanjungkerta sehingga acara bisa berjalan lancar. Terima kasih kepada semua masyarakat Tanjungkerta atas kebersamaan yang telah berkorban tenaga dan pikiran. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih,” tuturnya.

Lebih lanjut, Iwan menyebut Pesta Rahayat Merdeka , Panglawungan Budaya Merdeka bukan sekadar kegiatan hiburan. Baginya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembangunan desa, khususnya dalam membangun kebersamaan, memperkuat gotong royong, melestarikan budaya Sunda, serta menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi muda.

“Karena desa yang maju bukan hanya desa yang kuat secara fisik, tetapi juga desa yang kuat manusianya, kompak masyarakatnya, dan terjaga budayanya,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Acara, Oos Kosasih, menjelaskan bahwa keberhasilan dan kelancaran seluruh rangkaian kegiatan tidak lepas dari kerja keras seluruh elemen panitia serta partisipasi aktif masyarakat.

Menurutnya, kegiatan yang berlangsung selama satu minggu tersebut dikemas dengan memadukan berbagai unsur, mulai dari olahraga tradisional, lomba edukatif anak-anak hingga seni pertunjukan budaya.

“Kami mengemas acara ini selama seminggu penuh dengan memadukan olahraga tradisional, lomba edukatif anak-anak, hingga seni pertunjukan budaya. Terima kasih kepada seluruh warga dan pihak yang telah berkontribusi aktif mendukung suksesnya Pesta Rakyat Panglawungan Budaya Sunda ini,” tutur Oos.

Pesta rakyat tersebut mengusung semangat “Nyukcruk Galur Tapak Luluhur, Miara Adat Baheula, Mulasara Budaya Sunda, Ngadegkeun Ajen Budaya Bangsa.” Semangat tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga warisan budaya lokal sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya Sunda di tengah generasi muda.

Iwan Pebri berharap semangat kebersamaan dan pelestarian budaya yang tumbuh melalui kegiatan tersebut dapat terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Karuhun nyaritakeun, urang nuluykeun. Dari Tanjungkerta, kita jaga budaya, kita kuatkan kebersamaan, dan kita wariskan untuk generasi yang akan datang,” pungkasnya.


/Moris