Journal Gamas

Label

lisensi

Red
Agustus 07, 2026, 12.00 WIB
Last Updated 2026-08-07T05:00:09Z
HeadlinePendidikan

Seminar Literasi dan Peresmian TBM Warnai Pengabdian KKN UIN Sunan Kalijaga di Sagaranten

Advertisement

KUNINGAN - JOURNALGAMAS.COM,-
Semangat membangun budaya literasi di tengah masyarakat terus digelorakan melalui berbagai kolaborasi. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Kelompok 1 meresmikan Taman Baca Masyarakat (TBM) yang dirangkaikan dengan Seminar Literasi di Desa Sagaranten, Kecamatan Ciwaru, Kamis (6/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui kerja sama dengan POKJA Bunda PAUD Bidang Literasi Dinas Pendidikan Kabupaten Kuningan, pemerintah desa, organisasi kepemudaan, serta berbagai elemen masyarakat dalam memperkuat budaya membaca sejak dini.

Ketua KKN UIN Sunan Kalijaga Kelompok 1, M. Syaid Abdhul Zhafar, mengatakan keberadaan Taman Baca Masyarakat bukan sekadar menyediakan tempat membaca, tetapi menjadi titik awal lahirnya gerakan literasi yang diharapkan terus berkembang dan dimanfaatkan masyarakat secara berkelanjutan.

Menurutnya, literasi merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Budaya membaca akan melahirkan masyarakat yang lebih kritis, kreatif, adaptif, serta mampu menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

*"Harapan kami, TBM ini menjadi ruang belajar bersama yang hidup dan terus dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa,"* ujarnya.

Seminar literasi menghadirkan narasumber Wiwi Fatmawati, S.Pd., yang mengajak seluruh peserta menjadikan membaca sebagai kebiasaan sehari-hari. Ia menjelaskan bahwa literasi tidak hanya sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami, mengolah, serta memanfaatkan informasi untuk menyelesaikan berbagai persoalan kehidupan.

Menurut Wiwi, setiap buku yang dibaca merupakan investasi ilmu yang akan membentuk karakter, kreativitas, dan daya saing generasi muda di masa depan.

Sementara itu, Kasi Kelembagaan dan Sarana Prasarana PAUD Dinas Pendidikan Kabupaten Kuningan, Eris Rismayana, S.T., M.M., mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN yang menghadirkan program literasi di Desa Sagaranten. Ia menilai keberadaan Taman Baca Masyarakat merupakan kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan masyarakat.

Eris mengatakan sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci dalam mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.

Apresiasi juga disampaikan Kepala Desa Sagaranten kepada seluruh mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta atas dedikasi dan pengabdian yang diwujudkan melalui pembangunan Taman Baca Masyarakat. Pemerintah desa, kata dia, berkomitmen menjaga keberlangsungan TBM serta membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak guna meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat.

Dukungan terhadap gerakan literasi tersebut juga datang dari Samsi Nugraha, perwakilan Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Ciwaru. Ia menegaskan bahwa budaya membaca harus ditanamkan sejak usia dini sebagai bekal utama membangun generasi yang berwawasan luas dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Hal senada disampaikan Ketua Karang Taruna Bima Sakti Desa Sagaranten, Agil. Ia mengajak para pemuda memanfaatkan Taman Baca Masyarakat sebagai ruang belajar, berdiskusi, dan mengembangkan potensi diri.

Kegiatan berlangsung penuh antusias dengan dihadiri unsur pemerintah daerah, pemerintah desa, tenaga pendidik, organisasi kepemudaan, kader pendidikan, serta masyarakat. Kehadiran berbagai pihak menjadi bukti bahwa pembangunan budaya literasi merupakan tanggung jawab bersama yang harus terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor.

Melalui program tersebut, KKN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kembali menegaskan peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan sosial. Keberadaan Taman Baca Masyarakat diharapkan menjadi pusat pembelajaran sepanjang hayat yang mampu meningkatkan minat baca, memperluas akses terhadap ilmu pengetahuan, serta melahirkan generasi Desa Sagaranten yang cerdas, berkarakter, inovatif, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.

/Moris