Advertisement
KUNINGAN - JOURNALGAMAS.COM,- Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-50 Tingkat Kabupaten Kuningan Tahun 2026 yang digelar di Alun-alun Desa Sindangagung, Kecamatan Sindangagung, Selasa (21/7/2026). Pada kesempatan tersebut, Bupati mengajak seluruh masyarakat menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup sekaligus inspirasi dalam mewujudkan pembangunan daerah yang religius, berkarakter, harmonis, dan melesat.
Pembukaan MTQ dihadiri Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, S.H., M.Kn., unsur Forkopimda Kabupaten Kuningan, Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Kuningan, Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan U. Kusmana, S.Sos., M.Si. selaku Ketua LPTQ Kabupaten Kuningan beserta Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Kuningan Yati U. Kusmana, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuningan, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kuningan, para alim ulama, tokoh agama, camat, kepala desa, serta ratusan peserta dan tamu undangan. Turut hadir pula Ketua TP PKK Kabupaten Kuningan Bunda Ela Helayati, S.Sos.
Dalam sambutannya, Bupati Dian menegaskan bahwa Al-Qur’an tidak hanya diturunkan untuk dibaca, tetapi juga harus dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, Al-Qur’an akan menjadi cahaya kehidupan ketika nilai-nilainya mampu meresap ke dalam hati dan diwujudkan dalam perilaku yang membawa kemaslahatan bagi umat.
“Ketika Al-Qur’an hanya berhenti di bibir, ia hanya akan menjadi bacaan yang indah. Namun ketika ia meresap ke dalam hati, ia akan menjadi cahaya kehidupan. Dan ketika diwujudkan dalam perilaku, ia akan menjadi sebuah peradaban yang membawa kemaslahatan bagi umat,” ujar Dian.
Bupati menjelaskan, MTQ bukan sekadar ajang perlombaan untuk mencari qari, qariah maupun hafiz terbaik. Lebih dari itu, MTQ merupakan ikhtiar bersama untuk menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam setiap aspek kehidupan masyarakat.
“MTQ adalah ruang bagi kita untuk menanamkan cinta terhadap Al-Qur’an, menumbuhkan generasi Kuningan yang Qur’ani, serta membangun nilai-nilai peradaban,” katanya.
Ia menuturkan, tema MTQ tahun ini yakni “Al-Qur’an Sebagai Inspirasi Moral Menuntun Peran dan Harmoni Umat Menuju Kuningan Melesat” mengandung makna bahwa Al-Qur’an harus menjadi pedoman dalam membangun kejujuran, kesederhanaan, persatuan, serta kasih sayang sebagai fondasi pembangunan daerah.
Bupati juga berharap seluruh peserta menjadikan MTQ sebagai sarana memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an, bukan semata-mata mengejar prestasi. Menurutnya, kemenangan yang sesungguhnya adalah ketika nilai-nilai Al-Qur’an mampu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya berharap seluruh peserta tidak hanya berorientasi menjadi juara, tetapi datang untuk menjadi duta-duta Al-Qur’an. Kemenangan yang hakiki adalah mampu menghadirkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ucapnya.
Kepada dewan hakim, Bupati kembali mengingatkan pentingnya menjaga integritas dalam proses penilaian melalui prinsip “OOJA”, yakni Objektif, Orisinil, Jujur, dan Adil, sehingga hasil perlombaan dapat dipertanggungjawabkan secara profesional dan transparan.
Menurut Dian, penyelenggaraan MTQ yang kini memasuki usia setengah abad menjadi bukti konsistensi Kabupaten Kuningan dalam membangun kehidupan keagamaan yang kuat. Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga harus diimbangi dengan pembangunan karakter dan spiritual masyarakat.
“Membangun daerah tidak hanya berbicara soal jalan atau jembatan, tetapi juga harus diimbangi dengan pembangunan jiwa. MTQ menjadi bagian penting dalam membentuk masyarakat yang religius dan berakhlak mulia,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana MTQ Ke-50, Emup Muplihudin selaku Kabag Kesra Setda Kuningan menjelaskan, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam pembinaan generasi Qur’ani sekaligus media syiar Islam di Kabupaten Kuningan.
Ia menyebutkan, MTQ Ke-50 mempertandingkan lima cabang perlombaan, yakni seni baca Al-Qur’an, hafalan Al-Qur’an, Syarhil Qur’an, seni kaligrafi Al-Qur’an, serta karya tulis ilmiah Al-Qur’an. Selain itu, rangkaian kegiatan juga dimeriahkan dengan Festival Kasidah Rebana Tradisional.
MTQ Ke-50 diikuti oleh 32 kafilah dari seluruh kecamatan di Kabupaten Kuningan dengan jumlah 621 orang yang terdiri dari 493 peserta dan 128 ofisial. Perlombaan berlangsung selama dua hari di 20 venue yang tersebar di berbagai masjid, pondok pesantren, sekolah, dan aula di wilayah Kecamatan Sindangagung.
Panitia memastikan seluruh rangkaian kegiatan mendapat dukungan lintas sektor melalui koordinasi dengan TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, PLN, Pemerintah Kecamatan Sindangagung, pemerintah desa, serta berbagai pihak lainnya guna menjamin keamanan, ketertiban, pelayanan, dan kenyamanan seluruh peserta selama pelaksanaan MTQ berlangsung.
/Dedi.J



