Journal Gamas

Label

lisensi

Red
Juli 29, 2026, 11.49 WIB
Last Updated 2026-07-29T04:49:38Z
EksosbudHeadline

BPBD Kuningan Dukung Program KATANA, Warga Lereng Gunung Ciremai Dibekali Kesiapsiagaan Bencana

Advertisement

KUNINGAN - JOURNALGAMAS.COM,-
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan bersama BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kabupaten Kuningan terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana. Salah satunya melalui sosialisasi Program Kampung Tanggap Bencana (KATANA) yang digelar di Desa Sangkanherang, Kecamatan Jalaksana, Selasa (28/7/2026). Desa tersebut merupakan wilayah yang berada di kawasan rawan bencana lereng Gunung Ciremai.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Pemerintah Kabupaten Kuningan sekaligus respons atas Surat Edaran Bupati Kuningan Nomor 500.10.2.1/25/PEREKONOMIAN/2026 tentang Kewaspadaan terhadap Aktivitas Vulkanik Gunung Ciremai. Melalui program tersebut, masyarakat diberikan pembekalan berupa pengetahuan dan kemampuan dasar dalam menghadapi potensi bencana secara mandiri.

Ketua BAZNAS Kabupaten Kuningan, H. Yusron Kholid, S.Ag., M.Si., mengatakan Program KATANA menjadi salah satu bentuk pemanfaatan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang menyentuh aspek kemanusiaan dan kebencanaan.

“BAZNAS selain menghimpun, juga mendistribusikan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Salah satunya melalui Program Kampung Tanggap Bencana ini sebagai wujud hadirnya negara di tengah masyarakat,” ujarnya.

Menurut Yusron, mitigasi bencana merupakan ikhtiar yang harus dilakukan bersama. Sebagai manusia, masyarakat tidak hanya dituntut untuk berdoa, tetapi juga wajib memiliki kesiapsiagaan dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana.

“Kegiatan mitigasi ini menjadi ikhtiar kita bersama. Meskipun semua musibah datang dari Allah SWT, sebagai manusia yang berakal kita wajib untuk waspada. Kewaspadaan inilah yang kita wujudkan melalui program ini,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Yusron juga mengajak masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi untuk menunaikan zakat maupun memperbanyak infak dan sedekah sebagai bentuk kepedulian sosial.

“Jalmi nu baleunghar sok geura zakat. Jika belum memenuhi syarat dan rukun zakat, gerakkan infaknya. Insyaallah, infak dan sedekah ini dapat menjadi ikhtiar penolak bala,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, S.STP., mengapresiasi langkah BAZNAS yang dinilai mampu memperkuat upaya mitigasi bencana di tingkat masyarakat. Menurutnya, masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana perlu memiliki empat modal utama, yakni kesadaran terhadap risiko, ketangguhan, pengetahuan, serta kemampuan tanggap bencana.

“Kita menyadari bahwa kita hidup di kawasan yang berisiko. Oleh karena itu, penting adanya mitigasi melalui Program Kampung Tanggap Bencana yang digagas BAZNAS ini,” ujar Indra.

Ia menambahkan, pelaksanaan sosialisasi di Desa Sangkanherang menjadi bukti sinergi yang terus terjalin antara BPBD dan BAZNAS dalam membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat.

Sementara itu, Kepala Desa Sangkanherang, Ahmad Suteja, menyampaikan apresiasi atas perhatian BAZNAS dan Pemerintah Kabupaten Kuningan terhadap masyarakat yang tinggal di wilayah penyangga Gunung Ciremai.

“Desa kami berada di ujung wilayah Jalaksana dan berbatasan langsung dengan kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai. Pembekalan mitigasi ini sangat dibutuhkan oleh warga kami,” katanya.

Program Kampung Tanggap Bencana (KATANA) merupakan program nasional BAZNAS RI yang dilaksanakan secara bertahap di berbagai daerah. Program ini bertujuan membangun ketangguhan masyarakat berbasis komunitas melalui edukasi, pelatihan, serta penguatan kapasitas warga agar mampu menghadapi dan mengurangi risiko bencana di lingkungan masing-masing.

Kegiatan sosialisasi tersebut turut dihadiri Pimpinan BAZNAS Kabupaten Kuningan Bidang Pendistribusian Asep Z. Fauzi, M.Pd., Pimpinan Bidang SDM Abdul Jalil Hermawan, M.Kom., Pimpinan Bidang Keuangan Adang Romadona, S.Pd.I., M.H.Kes., Komandan BTB Kabupaten Kuningan Moh. Entus, S.Pd., jajaran Forkopimcam Jalaksana, serta tokoh masyarakat setempat.

/Moris