Journal Gamas

Label

lisensi

Red
Juni 15, 2026, 21.40 WIB
Last Updated 2026-06-15T14:40:09Z
HeadlineMuslimNasional

Hisablah Dirimu Sebelum Dihisab, Pesan Ketua Gamas Kuningan Sambut 1448 Hijriah

Advertisement

KUNINGAN - JOURNALGAMAS.COM,-
Malam 1 Muharram 1448 Hijriah atau malam satu suro menjadi momentum penting bagi umat Islam dalam menyambut pergantian Tahun Baru Islam. Berbagai kegiatan ibadah dilakukan untuk mengisi malam yang penuh makna tersebut, mulai dari membaca doa akhir dan awal tahun, memperbanyak dzikir, hingga melantunkan sholawat.

Selain kegiatan syiar keagamaan seperti pawai obor yang digelar di berbagai daerah, malam 1 Muharram juga identik dengan sejumlah tradisi budaya yang telah berkembang di tengah masyarakat, termasuk tradisi malam 1 Suro yang diperingati oleh sebagian kalangan.

Ketua Gamas Kabupaten Kuningan, Ustad Iing Sholihin, mengajak umat Islam untuk memaknai pergantian tahun baru Hijriah sebagai momentum muhasabah atau introspeksi diri atas perjalanan hidup yang telah dilalui selama setahun terakhir. Ujarnya Senin (15/6/2026). Malam

Menurutnya, malam 1 Muharram bukan hanya sekadar pergantian kalender Islam, melainkan saat yang tepat bagi setiap individu untuk mengevaluasi amal perbuatan, memperbaiki kekurangan, dan memperkuat keimanan kepada Allah SWT.

"Malam satu Muharram adalah momentum muhasabah diri. Hisablah dirimu sebelum kau dihisab," ujar Ustad Iing Sholihin.

Ia juga menyampaikan bahwa terdapat nilai-nilai filosofis yang dapat dipetik dari tradisi yang berkembang di tengah masyarakat pada malam 1 Suro. Salah satunya adalah kebiasaan menulis lafaz Bismillah yang dimaknai sebagai pengingat untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

"Menulis Bismillah adalah trinitas malam satu Suro untuk menjadikan kehidupan lebih berarti, mandiri, dan madani," ungkapnya.

Pernyataan tersebut menggambarkan harapan agar momentum pergantian tahun tidak hanya menjadi kegiatan seremonial semata, tetapi juga mampu melahirkan kesadaran untuk terus memperbaiki diri, membangun kemandirian, serta menciptakan kehidupan masyarakat yang beradab dan harmonis.

Ustad Iing juga mengajak masyarakat untuk menjadikan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah sebagai awal yang baik dalam memperbaiki hubungan dengan Allah SWT maupun dengan sesama manusia. Ia berharap momentum ini dapat menumbuhkan semangat perubahan menuju kehidupan yang lebih baik, penuh keberkahan, serta membawa manfaat bagi lingkungan sekitar.

"Pergantian tahun Hijriah hendaknya menjadi pengingat bagi kita semua bahwa waktu terus berjalan. Karena itu, mari kita isi kehidupan dengan amal saleh, meningkatkan ketakwaan, serta memperbanyak ibadah sebagai bekal untuk kehidupan yang akan datang," pungkasnya.

/Moris