Journal Gamas

Label

lisensi

Red
Mei 07, 2026, 22.00 WIB
Last Updated 2026-05-07T15:43:25Z
HeadlineNasional

Wamentan Sudaryono Nge Prank Sultan Sepuh Cirebon Alasan Dipanggil Presiden

Advertisement

JAKARTA - JOURNALGAMAS.COM,-
Pihak Keraton Kasepuhan Kesultanan Cirebon mengaku kecewa atas pembatalan mendadak agenda audiensi dengan Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono, yang sedianya berlangsung pada Kamis (7/5/2026) pukul 13.00 WIB di ruang kerja Wakil Menteri Pertanian.

Audiensi tersebut rencananya akan dihadiri langsung oleh DIPERTUAN AGUNG DANRI Kanjeng Gusti Sultan Sepuh Pangeran Heru Rusyamsi Arianatareja, S.Psi., M.H. bersama jajaran Kesultanan Cirebon untuk membahas dukungan terhadap program ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional.

Staf khusus Sultan Sepuh Cirebon sekaligus Kabid Humas Lembaga Dewan Adat Nasional Republik Indonesia, Rd. Sandy Tumiwa menjelaskan, awalnya agenda audiensi dijadwalkan pada 12 Mei 2026. Namun setelah komunikasi dengan pihak protokoler Wakil Menteri Pertanian, jadwal dimajukan menjadi 7 Mei 2026.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak sekretariat Wamentan melalui Ibu Almira dan seluruh tim sudah mempersiapkan agenda tersebut,” ujar Sandy dalam keterangannya.

Menurutnya, sekitar satu setengah jam sebelum audiensi dimulai, pihak Keraton menerima pesan dari staf Wamentan bernama Arif Rivan yang menyampaikan bahwa agenda harus dijadwalkan ulang karena Wakil Menteri dipanggil Presiden ke Istana.

“Dengan penuh rasa hormat, ijinkan kami menyampaikan permohonan dari Bapak Wakil Menteri Pertanian. Untuk audiensi dengan Bapak Wakil Menteri Pertanian hari ini kami reschedule karena di waktu bersamaan beliau dipanggil ke Istana oleh Bapak Presiden,” demikian bunyi pesan yang diterima pihak Keraton.

Namun, di waktu yang hampir bersamaan, pihak Kesultanan mengaku menerima susunan agenda harian Wakil Menteri Pertanian dari protokoler bernama Wahyu Iskandar. Dalam agenda tersebut, tercantum jadwal pukul 13.00 WIB untuk menerima audiensi Keraton Kasepuhan Kesultanan Cirebon di ruang kerja Wakil Menteri Pertanian.

Hal inilah yang kemudian memunculkan tanda tanya dari pihak Kesultanan. Pasalnya, pada hari yang sama, Presiden Prabowo Subianto diketahui sedang melakukan kunjungan kerja ke Filipina sejak pagi hari dalam agenda kenegaraan.

“Pertanyaannya, apa benar dipanggil Presiden atau hanya alasan saja tidak mau menemui?” ungkap Sandy.

Ia menyebut Kanjeng Sultan Sepuh merasa sangat kecewa karena telah datang langsung dari Cirebon ke Jakarta dan berada di Wisma Tani sejak sehari sebelumnya demi menghadiri agenda tersebut.

“Kanjeng Sultan Sepuh sangat kecewa karena merasa dipermainkan. Beliau sudah jauh-jauh dari Cirebon ke Jakarta dan standby di Wisma Tani dari kemarin. Padahal tujuan audiensi ini sangat baik, yakni membahas dukungan Kesultanan Cirebon terhadap program ketahanan pangan dan swasembada pangan Presiden melalui optimalisasi lahan-lahan ulayat kesultanan,” lanjutnya.

Sandy menambahkan, pihak Kesultanan ingin mendukung program Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo melalui kerja sama strategis di sektor pertanian dan pangan.

“Kami berharap ke depan ada komunikasi yang lebih baik dan penghormatan terhadap para ahli waris historis Nusantara yang selama ini memiliki kontribusi besar terhadap bangsa dan negara,” tutupnya.

Pihak Kesultanan juga menilai peristiwa tersebut menjadi salah satu contoh masih adanya pejabat negara yang dinilai kurang menghargai keberadaan dan peran para raja serta sultan Nusantara yang saat ini aktif mendukung pembangunan nasional dan keutuhan NKRI.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kementerian Pertanian Republik Indonesia terkait alasan pembatalan audiensi tersebut.

/Red