Journal Gamas

Label

lisensi

Red
Maret 10, 2026, 19.16 WIB
Last Updated 2026-03-10T12:16:48Z
EksosbudHeadline

Kadis Wahyu Tegaskan Harga Pangan di GPM DIRAHMATI Lebih Murah dari Pasaran

Advertisement

KUNINGAN - JOURNALGAMAS.COM,-
Antusiasme warga Desa Citiusari, Kecamatan Garawangi, terlihat sejak pagi ketika masyarakat memadati lokasi pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) Spesial Ramadan DIRAHMATI (Diskon Ramadan Hemat Tahan Inflasi) yang digelar Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Selasa/10 Maret 2026.

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., yang hadir mewakili Bupati Kuningan.

Program ini menjadi salah satu langkah nyata pemerintah daerah dalam memastikan masyarakat dapat mengakses bahan pangan pokok dengan harga yang lebih terjangkau di tengah meningkatnya kebutuhan selama bulan suci Ramadan.

Berbagai komoditas strategis disediakan dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar. Di antaranya beras medium Rp12.000 per kilogram atau Rp60.000 per 5 kilogram, gula pasir Rp15.000 per kilogram, minyak goreng Rp15.500 per liter, telur ayam Rp29.000 per kilogram, daging sapi Rp120.000 per kilogram, daging ayam Rp36.000 per kilogram, bawang merah Rp38.000 per kilogram, bawang putih Rp32.000 per kilogram, serta aneka cabai seperti cabai merah Rp9.000 per seperempat kilogram, cabai keriting Rp40.000 per kilogram, dan cabai rawit hijau Rp40.000 per kilogram.

Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. dalam pesannya yang disampaikan melalui Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian menegaskan bahwa Gerakan Pangan Murah merupakan bagian dari langkah strategis pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi selama Ramadan.

Menurutnya, pemerintah harus hadir secara nyata untuk menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga di tingkat masyarakat.

“Momentum Ramadan identik dengan meningkatnya kebutuhan pangan masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah daerah terus melakukan berbagai langkah strategis agar harga tetap terkendali dan masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa stabilitas harga pangan merupakan faktor penting dalam menjaga kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung pengendalian inflasi daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan Dr. Wahyu Hidayah, M.Si. menjelaskan bahwa pelaksanaan GPM DIRAHMATI di Desa Citiusari, Kecamatan Garawangi merupakan lokasi ke-14 dari rangkaian Gerakan Pangan Murah yang digelar Pemerintah Kabupaten Kuningan selama bulan Ramadan tahun ini.


Menurutnya, program ini dirancang sebagai intervensi pasar yang terukur untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan masyarakat memperoleh bahan pangan berkualitas dengan harga lebih terjangkau.

Ia menegaskan bahwa harga komoditas yang dijual dalam GPM sengaja ditekan lebih rendah dibandingkan harga pasar. Sebagai contoh, harga beras medium yang di pasaran berada di kisaran Rp14.000 hingga Rp15.000 per kilogram, dalam GPM dijual hanya Rp12.000 per kilogram. Begitu pula gula pasir yang di pasar bisa mencapai Rp17.000 hingga Rp18.000 per kilogram, dalam GPM dijual Rp15.000 per kilogram. Sementara minyak goreng yang umumnya berada di kisaran Rp17.000 hingga Rp18.000 per liter, tersedia di GPM dengan harga Rp15.500 per liter.

“Intervensi harga ini kami lakukan agar masyarakat benar-benar merasakan manfaat nyata dari program GPM. Selisih harga tersebut mungkin terlihat kecil, tetapi bagi ribuan rumah tangga sangat berarti dalam menjaga stabilitas ekonomi keluarga, terutama di bulan Ramadan ketika kebutuhan rumah tangga meningkat,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Wahyu juga menyampaikan apresiasi kepada rekan-rekan media yang selama ini turut membantu menyebarluaskan informasi mengenai program Gerakan Pangan Murah kepada masyarakat.

Menurutnya, peran media sangat penting dalam memastikan masyarakat mengetahui berbagai program pemerintah yang bertujuan membantu menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan.

“Kami sangat mengapresiasi teman-teman media yang telah membantu menginformasikan program GPM kepada masyarakat secara luas. Dukungan media sangat penting agar informasi mengenai program stabilisasi pangan ini dapat diketahui dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujarnya.

Wahyu juga menanggapi adanya informasi atau aduan yang disampaikan oleh rekan media terkait dugaan harga komoditas di GPM yang disebut-sebut sama atau bahkan lebih mahal dibandingkan harga pasar.

Ia menegaskan bahwa pihaknya terbuka terhadap setiap masukan dan siap melakukan evaluasi apabila ditemukan kondisi tersebut di lapangan.

“Jika memang ada laporan seperti itu, kami mohon diinformasikan secara jelas GPM di lokasi mana dan komoditas apa yang harganya sama atau bahkan lebih mahal dibandingkan harga pasar di wilayah tersebut. Kami tentu akan segera melakukan evaluasi,” tegasnya.

Wahyu menjelaskan bahwa dalam setiap pelaksanaan GPM, tim dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian selalu melakukan pengecekan langsung terhadap harga pasar di lokasi kegiatan agar harga yang dijual benar-benar lebih rendah.

Ia mencontohkan seperti yang terjadi di Desa Sindang, Kecamatan Lebakwangi, di mana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Ketahanan Pangan memiliki usaha peternakan ayam petelur dengan harga telur sekitar Rp28.000 per kilogram. Saat GPM digelar di desa tersebut, harga telur disesuaikan menjadi Rp27.000 per kilogram agar tetap lebih murah dibandingkan harga yang berlaku di lingkungan setempat.

Hal serupa juga terjadi pada pelaksanaan GPM di Desa Citiusari. Ketika masyarakat ditanya langsung mengenai harga telur di wilayah tersebut, warga menyampaikan bahwa harga telur berada di kisaran Rp29.000 hingga Rp30.000 per kilogram. Menanggapi hal tersebut, harga telur di GPM saat itu juga langsung diturunkan menjadi Rp28.000 per kilogram.

“Artinya, kami memastikan bahwa harga komoditas di GPM tetap lebih murah dibandingkan harga pasar maupun harga yang berlaku di lokasi tempat GPM digelar,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa dalam setiap kegiatan GPM, pihaknya juga selalu berdialog langsung dengan masyarakat untuk mengetahui tanggapan mereka terhadap program tersebut.

Menurut Wahyu, mayoritas masyarakat menyampaikan bahwa keberadaan GPM sangat membantu karena harga yang ditawarkan lebih murah dibandingkan harga pasar, sementara kualitas komoditas tetap terjaga.

“Setiap pelaksanaan GPM kami selalu bertanya langsung kepada masyarakat bagaimana tanggapan mereka. Alhamdulillah, hampir semuanya menyampaikan merasa terbantu dan senang karena harga lebih murah dibandingkan pasar, sementara kualitas bahan pangannya tetap bagus dan berkualitas,” tuturnya.

Lebih jauh Wahyu mengungkapkan bahwa tingginya antusiasme masyarakat juga menjadi bukti nyata bahwa harga komoditas di GPM lebih murah dibandingkan harga pasar.

Menurutnya, hampir di setiap lokasi pelaksanaan GPM, masyarakat sudah menunggu sejak sebelum kegiatan dimulai. Bahkan tidak jarang bahan pangan yang disediakan habis terjual dalam waktu relatif singkat.

“Antusiasme masyarakat selalu sangat tinggi. Bahkan di banyak lokasi, masyarakat sudah menunggu sejak pagi sebelum kegiatan dimulai. Hampir setiap GPM digelar, komoditas bahan pangan yang disediakan habis terjual dalam waktu yang tidak lama. Ini menjadi bukti bahwa masyarakat benar-benar merasakan manfaat dari program ini,” ujarnya.

Dalam setiap pelaksanaan GPM, pemerintah menyiapkan pasokan pangan dalam jumlah besar untuk menjamin ketersediaan dan pemerataan akses bagi masyarakat. Pada kegiatan kali ini disiapkan hingga 3 ton beras, sekitar 300 liter minyak goreng, 250 kilogram telur ayam, 250 kilogram daging sapi, serta ratusan kilogram gula pasir dan berbagai komoditas hortikultura lainnya.

Suasana kegiatan pun berlangsung penuh kehangatan dan kebersamaan. Di sela kegiatan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan melontarkan sejumlah pertanyaan spontan kepada warga seputar pengetahuan pangan dan program pemerintah.

Warga yang berhasil menjawab dengan benar langsung mendapatkan hadiah paket sembako, yang semakin menambah semarak kegiatan.

Gelak tawa dan antusiasme warga terlihat ketika mereka saling berebut menjawab pertanyaan. Momen tersebut menghadirkan suasana kebahagiaan dan keakraban antara pemerintah dan masyarakat.

Untuk memperluas jangkauan informasi kepada masyarakat, seluruh rangkaian kegiatan juga disiarkan secara langsung melalui live streaming oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan melalui berbagai platform media sosial resmi seperti Instagram, TikTok, YouTube, dan Facebook.

Melalui GPM DIRAHMATI, Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap masyarakat dapat merasakan langsung manfaat program stabilisasi harga pangan sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam menjaga ketahanan pangan daerah selama bulan suci Ramadan.

/Moris