Advertisement
KUNINGAN - JOURNALGAMAS.COM,- Keberhasilan warga belajar PKBM As Syifaiyyah menembus perguruan tinggi dinilai menjadi bukti nyata potensi pendidikan kesetaraan sekaligus refleksi tantangan penguatan mutu pendidikan nonformal di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Ketua Yayasan As Syifaiyyah, Rima Melati, S.Pd.I., M.Pd., saat diwawancarai di sekretariat yayasan yang beralamat di Dusun Oleced RT 02 RW 01, Desa Manggari, Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Kuningan.
Menurut Rima Melati, capaian warga belajar yang berhasil melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi merupakan hasil pembinaan akademik dan pembentukan karakter yang dilakukan secara berkelanjutan oleh lembaga pendidikan berbasis masyarakat tersebut.
Rima menjelaskan, salah satu warga belajar PKBM As Syifaiyyah, Muhammad Yusuf Ikhsanu Hasan, berhasil diterima sebagai mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika di Universitas Kuningan.
“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa pendidikan kesetaraan memiliki kualitas dan peluang yang sama untuk mengantarkan peserta didik ke pendidikan tinggi. Ini menjadi motivasi bagi warga belajar lain untuk terus meningkatkan kompetensi,” ujarnya Sabtu (21/2/2026)
Ia menyebutkan, selama menempuh pendidikan di PKBM As Syifaiyyah, Yusuf dikenal aktif dalam kegiatan akademik dan memiliki prestasi di berbagai bidang, termasuk Juara I Lomba Cerdas Cermat tingkat Kabupaten Kuningan. Selain itu, Yusuf juga memiliki hafalan 30 juz Al-Qur’an, aktif mengajar tahfidz di pondok pesantren, serta dipercaya menjadi imam masjid.
Menurut Rima, capaian tersebut mencerminkan bahwa pendidikan kesetaraan tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kompetensi sosial.
Rima Melati menegaskan, sistem pembinaan di PKBM As Syifaiyyah menitikberatkan pada penguatan akademik, pembinaan keagamaan, serta pengembangan keterampilan peserta didik.
“Kami tidak hanya mengejar kelulusan, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, dan kemandirian warga belajar. Pendidikan harus menjadi sarana mobilitas sosial bagi masyarakat,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa PKBM As Syifaiyyah memberikan pendampingan belajar intensif, penguatan literasi dan numerasi, serta pembinaan kegiatan ekstrakurikuler yang mendorong prestasi peserta didik.
Hasilnya, selain Yusuf, sejumlah lulusan PKBM As Syifaiyyah juga tercatat melanjutkan pendidikan ke berbagai perguruan tinggi dan berkiprah di berbagai bidang profesional.
Meski demikian, Rima mengakui pendidikan kesetaraan masih menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait keterbatasan sarana prasarana, peningkatan kualitas tenaga pendidik, serta dukungan kebijakan yang lebih optimal.
Menurutnya, stigma masyarakat terhadap pendidikan nonformal juga masih menjadi hambatan dalam pengembangan pendidikan kesetaraan.
“Masih ada anggapan bahwa pendidikan kesetaraan itu pilihan kedua. Padahal secara regulasi, ijazah pendidikan kesetaraan memiliki kedudukan yang sama dengan pendidikan formal,” jelasnya.
Ia berharap pemerintah dapat memperkuat pembinaan lembaga pendidikan nonformal, meningkatkan dukungan fasilitas, serta memperluas program peningkatan kapasitas pendidik agar kualitas layanan pendidikan kesetaraan semakin merata.
Selain keberhasilan melanjutkan pendidikan tinggi, PKBM As Syifaiyyah juga mencatat berbagai prestasi dalam kegiatan pendidikan kesetaraan tingkat daerah, antara lain:
Juara 1 Bulu Tangkis Ganda Putra Porsenitas PKBM se-Kabupaten Kuningan
Juara 2 Bulu Tangkis Tunggal Putra Porsenitas PKBM se-Kabupaten Kuningan
Juara 1 Lomba Cerdas Cermat Kemah Bakti Pendidikan Kesetaraan
Juara 1 Lomba Pidato Kemah Bakti Pendidikan Kesetaraan
Juara Harapan 1 Lomba Menyanyi Kemah Bakti Pendidikan Kesetaraan
Juara 3 Lomba Video Profil PKBM Kemah Bakti Pendidikan Kesetaraan
Juara 1 Musabaqah Hifdzil Qur’an tingkat SLTA/sederajat pada kegiatan LOKARIA 3 Gebyar HIMA PGPAUD UM Kuningan
Sejumlah prestasi olahraga, seni, dan keagamaan lainnya tingkat Kabupaten Kuningan.
Prestasi tersebut, menurut Rima, merupakan hasil kolaborasi antara pendidik, pengelola lembaga, serta dukungan masyarakat sekitar.
Rima menegaskan, PKBM sebagai lembaga pendidikan berbasis masyarakat memiliki peran strategis dalam memperluas akses pendidikan bagi warga yang tidak terjangkau pendidikan formal karena faktor ekonomi, sosial, maupun geografis.
Ia berharap ke depan pendidikan kesetaraan tidak hanya menjadi solusi alternatif, tetapi berkembang sebagai bagian integral sistem pendidikan nasional yang memiliki kualitas dan legitimasi setara.
“Pendidikan kesetaraan harus menjadi instrumen pembangunan sumber daya manusia. Kami berharap dukungan semua pihak agar PKBM dapat terus berkembang dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” pungkasnya.
/Red


