Journal Gamas

Label

lisensi

Red
Februari 27, 2026, 11.31 WIB
Last Updated 2026-02-27T04:31:28Z
EksosbudHeadline

Komitmen dan Ketepatan Kerja, Dinkes Kuningan Sabet Apresiasi Kemenkes RI

Advertisement

KUNINGAN - JOURNALGAMAS.COM,-
Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat nasional dengan meraih dua penghargaan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Kamis (26/2/2026).

Penghargaan tersebut diberikan oleh Direktorat Surveilans dan Karantina Kesehatan sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan Kabupaten Kuningan dalam pelaksanaan Pemetaan Risiko Penyakit Infeksi Emerging (PIE) Tahun 2025.

Adapun dua capaian yang diraih yakni penghargaan atas kelengkapan dokumen rekomendasi Pemetaan Risiko PIE dengan persentase 100 persen, serta predikat sebagai kabupaten/kota dengan capaian Pemetaan Risiko PIE terbaik Tahun 2025.


Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, dr. H. Edi Martono, MARS, menjelaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil dari komitmen, ketepatan, dan kualitas pelaksanaan pemetaan risiko yang dilakukan secara sistematis, terukur, dan komprehensif.

Ia menuturkan, Penyakit Infeksi Emerging merupakan kelompok penyakit yang kemunculannya sering terjadi secara tiba-tiba, memiliki tingkat penularan yang cepat, serta berpotensi berkembang menjadi kejadian luar biasa bahkan pandemi.

Beberapa penyakit yang termasuk dalam kategori tersebut antara lain Middle East Respiratory Syndrome (MERS), COVID-19, Polio, dan Difteri. Ancaman dari penyakit-penyakit tersebut, menurutnya, menuntut kesiapsiagaan yang tinggi, deteksi dini yang akurat, serta langkah pencegahan yang terencana dan berkelanjutan.


Lebih lanjut, dr. Edi menyampaikan bahwa pemetaan risiko menjadi langkah strategis dalam memperkuat sistem kewaspadaan dini kesehatan masyarakat. Melalui proses tersebut, Dinas Kesehatan dapat mengidentifikasi potensi ancaman, wilayah rentan, faktor risiko, hingga kapasitas respons yang dimiliki daerah.

“Data dan hasil analisis yang diperoleh menjadi landasan penting dalam penyusunan kebijakan, perencanaan intervensi, serta penguatan sistem surveilans kesehatan di daerah,” ujarnya.

Keberhasilan Kabupaten Kuningan dalam menyusun pemetaan risiko secara lengkap, akurat, dan tepat waktu dinilai tidak terlepas dari solidnya koordinasi lintas sektor, profesionalisme sumber daya manusia, serta dukungan berbagai pihak. Sinergi antara perangkat daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, unsur pemerintahan, dan masyarakat menjadi fondasi utama dalam membangun sistem pencegahan dan kewaspadaan dini yang efektif.

Menurutnya, penghargaan ini bukan sekadar simbol pencapaian, melainkan motivasi untuk terus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan memperkuat ketahanan daerah terhadap potensi ancaman Penyakit Infeksi Emerging di masa mendatang.

Sementara itu, Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menyampaikan apresiasi atas kinerja jajaran Dinas Kesehatan. Ia menegaskan bahwa penghargaan tersebut menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Kuningan dalam memperkuat sistem surveilans kesehatan serta kesiapsiagaan daerah menghadapi ancaman penyakit menular baru.

Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan sinergi seluruh tenaga kesehatan dalam melakukan identifikasi, pemetaan, serta penyusunan rekomendasi risiko secara komprehensif dan terukur, sehingga mampu memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat Kabupaten Kuningan.

/Moris