Journal Gamas

Label


lisensi

Red
Februari 09, 2026, 10.13 WIB
Last Updated 2026-02-09T03:13:54Z
HeadlineIsu

Kematian Massal Ikan Dewa Cigugur, Dugaan Limbah Medis Mulai Disorot

Advertisement

KUNINGAN - JOURNALGAMAS.COM,-
Kematian massal ikan dewa di Balong Cigugur tidak semestinya hanya diletakkan pada faktor cuaca ekstrem dan menurunnya kadar oksigen akibat konstruksi kolam yang dicor permanen sehingga aliran air terhambat. Sejumlah pihak menilai, terdapat kemungkinan faktor lain di luar penyebab teknis tersebut yang perlu ditelusuri secara serius dan menyeluruh.

Salah satu dugaan yang mengemuka adalah potensi pencemaran dari aktivitas di kawasan hulu Balong Cigugur. Di atas area kolam, berdiri Rumah Sakit Sekar Kamulyan, fasilitas pelayanan kesehatan yang secara operasional menghasilkan limbah medis. Hingga kini, publik belum memperoleh penjelasan terbuka mengenai sistem pengelolaan limbah medis rumah sakit tersebut, termasuk mekanisme Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang digunakan serta jaminan bahwa tidak terjadi kebocoran ke lingkungan sekitar.

“Jika ada kebocoran limbah medis dan mengalir atau merembes ke arah Balong Cigugur, maka ini bisa menjadi salah satu faktor kematian ikan dewa,” ujar Santos Johar, pentolan Forum Masyarakat Sipil Independen (FORMASI), Senin (9/1/2026).

Menurut Santos, persoalan ini tidak semata menyangkut kelestarian ikan endemik yang memiliki nilai ekologis dan kultural bagi masyarakat Cigugur, tetapi berpotensi meluas menjadi ancaman kesehatan publik. Mata air di kawasan tersebut diketahui juga menjadi bagian dari sumber air baku yang dialirkan ke PDAM untuk dikonsumsi masyarakat.

“Kalau benar terdapat kandungan limbah medis berbahaya yang larut dalam air dan terus dikonsumsi masyarakat, risikonya sangat serius bagi kesehatan jangka panjang,” katanya.

Karena itu, FORMASI mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan untuk tidak berhenti pada penanganan darurat semata, melainkan segera melakukan penelitian ilmiah dan pengkajian lintas sektor. Pemeriksaan kualitas air, audit pengelolaan limbah medis, serta pelibatan lembaga independen dinilai penting untuk memastikan sumber persoalan sekaligus mencegah dampak yang lebih luas.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola rumah sakit maupun pemerintah daerah terkait dugaan tersebut. Namun, lambannya upaya pengungkapan sebab kematian ikan dewa dinilai berisiko memperpanjang krisis ekologis sekaligus menambah kekhawatiran publik terhadap keamanan sumber air yang selama ini dikonsumsi masyarakat.

/Red