Journal Gamas

Label


lisensi

Red
Februari 17, 2026, 14.28 WIB
Last Updated 2026-02-17T07:28:36Z
EksosbudHeadline

Dari 514 Kabupaten/Kota se-Indonesia, Program MBG Dinilai Efektif Turunkan Pengangguran

Advertisement

KUNINGAN - JOURNALGAMASCOM,-
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto disebut memberikan dampak nyata terhadap penurunan angka pengangguran di 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat tersebut, juga dinilai mampu membuka lapangan kerja baru dalam skala besar.

Di Kabupaten Kuningan, implementasi program MBG menunjukkan hasil signifikan. Tercatat sebanyak 6.900 warga terserap bekerja di dapur-dapur MBG yang tersebar di wilayah tersebut. Mereka terlibat dalam berbagai sektor, mulai dari pengolahan makanan, distribusi, pengemasan, hingga pengelolaan administrasi dan operasional.

Pengamat politik, hukum, dan pemerintahan, Abdul Haris SH, menilai bahwa program MBG menjadi bukti konkret keberpihakan pemerintah pusat terhadap upaya pengentasan pengangguran. Hal itu disampaikannya pada Selasa (17/2/2026).

Menurutnya, dari total 514 kabupaten/kota di Indonesia, program MBG telah berkontribusi terhadap penurunan angka pengangguran secara signifikan. “Ini bukti nyata program dari pusat. Dampaknya bukan hanya pada pemenuhan gizi, tetapi juga pada penciptaan lapangan kerja baru yang mampu menekan angka pengangguran secara drastis,” ujarnya.

Ia menambahkan, kehadiran dapur MBG di berbagai daerah memunculkan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian lokal. Selain menyerap tenaga kerja, program ini juga mendorong perputaran ekonomi melalui keterlibatan pelaku UMKM, petani, dan distributor bahan pangan.

Dengan capaian tersebut, program MBG dinilai sebagai salah satu kebijakan strategis yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi daerah. Ke depan, program ini diharapkan terus berjalan konsisten dan berkelanjutan agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat di seluruh Indonesia.


/Red