Journal Gamas

Label


lisensi

Red
Januari 09, 2026, 08.22 WIB
Last Updated 2026-01-09T01:22:59Z
HeadlineHumaniora

Surat Terbuka Untuk Presidenku Prabowo Subianto

Advertisement

JAKARTA - JOURNALGAMAS.COM,-

Yang Terhormat
Bapak Presiden Republik Indonesia
Jenderal (Purn.) Prabowo Subianto
di Jakarta

Dengan segala kerendahan hati sebagai putra bangsa, izinkan saya menyampaikan sepucuk surat terbuka ini bukan sebagai kritik, melainkan sebagai ungkapan cinta, kepedulian, dan harapan mendalam terhadap masa depan Indonesia yang Bapak pimpin.

Bapak Presiden yang saya hormati,
Andai sedikit saja ruang hati dibuka untuk memberi kepercayaan kepada sosok-sosok Sultan dan Raja Nusantara yang berkompeten, niscaya Bapak akan menemukan cara berpikir yang jernih, murni, dan tulus—bebas dari ikatan kontrak kekuasaan, kepentingan organisasi, maupun transaksi politik. Mereka hadir bukan untuk meminta, melainkan untuk mengabdi.

Alangkah indah dan berartinya bila satu atau dua Sultan Nusantara diberi ruang dan posisi terhormat untuk membantu Bapak Presiden dalam Kabinet Merah Putih. Kehadiran mereka bukan sebagai simbol romantisme sejarah, melainkan sebagai penjaga nilai, adab, dan kebijaksanaan Nusantara yang telah teruji oleh zaman dan pengabdian panjang kepada bangsa ini.

Saya meyakini, Bapak Presiden, bahwa akan hadir warna baru dalam pemerintahan ketika salah satu ahli waris peradaban Nusantara turut berada di lingkar pengambilan keputusan negara. Carilah sosok Sultan yang selama ini terbukti militan, konsisten, dan tulus mendukung Bapak; yang loyal dan solid menjaga arah kebangsaan; yang aktif memikirkan negara melalui gagasan, tulisan, dan keberanian moral untuk membuka kesadaran para penguasa. Rakyat melihat, publik menilai, dan sejarah akan mencatatnya.

Dengan penuh hormat, saya berharap Bapak Presiden dan jajaran berkenan sejenak mendengar suara dari luar ruang-ruang kepentingan organisasi yang hari ini berkoalisi. Dengarkan suara hati nurani sebagai pemimpin bangsa. Kedepankan kembali adab Nusantara—adab asor, adab hormat, adab bijaksana—kepada para penjaga dan pemilik histori peradaban negeri ini.

Bagaimanapun, Sultan dan Raja Nusantara memiliki makom dan marwah yang luhur dalam perjalanan bangsa Indonesia. Menghormati dan melibatkan mereka bukanlah langkah mundur, melainkan ikhtiar meneguhkan jati diri Indonesia sebagai bangsa besar yang berdiri kokoh di atas nilai, sejarah, dan kebijaksanaan leluhurnya.

Semoga Allah SWT senantiasa membimbing langkah Bapak Presiden dalam memimpin Indonesia menuju keadilan, kemakmuran, dan kemuliaan bangsa.

Salam Nusantara,
dari Cah Angon yang peduli pada bumi pertiwi.

Hormat Kita,
“Anak Manado pe kebanggaan, Tuama Minahasa "
Rd. Sandy Tumiwa, S.H.

Humas Lembaga Dewan Adat Nasional Republik Indonesia (DANRI)