Advertisement
KUNINGAN - JOURNALGAMAS.COM,- Bencana alam tanah longsor kembali terjadi di Blok Pamuruyan, Desa Ciwaru, Kecamatan Ciwaru, Kabupaten Kuningan. Setelah longsor pertama pada Rabu sore, 15 Januari 2026 yang menutup akses jalan utama, longsor susulan kembali terjadi pada Sabtu malam, 17 Januari 2026.
Dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa, namun dampaknya sangat dirasakan oleh warga. Akses jalan satu-satunya menuju Blok Pamuruyan tertutup material longsor sehingga seluruh aktivitas dan rutinitas masyarakat terhenti total. Kondisi ini juga berdampak langsung terhadap perekonomian warga setempat.
Warga Blok Pamuruyan yang dipimpin Ketua RT 05 RW 12, Oding, bersama perangkat Desa Ciwaru yang dikomandoi langsung oleh Kepala Desa dan didampingi Kasi Ekbang, turun ke lokasi untuk melakukan gotong royong membersihkan material longsor dengan peralatan seadanya.
Oding menyampaikan bahwa hingga kini belum ada perhatian nyata dari dinas terkait maupun Pemerintah Kabupaten Kuningan atas musibah yang terjadi di wilayahnya.
“Dalam satu minggu ini sudah dua kali terjadi longsor. Memang tidak ada korban jiwa, tetapi aktivitas warga terhenti total karena akses jalan utama tertutup. Kami berharap Pemkab Kuningan dapat segera turun tangan, memberikan perhatian serta bantuan material agar perbaikan bisa dilakukan secara permanen,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Desa Ciwaru yang dinilai sigap dalam merespons bencana.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Kuwu dan seluruh perangkat desa yang langsung turun ke lapangan membantu warga. Namun, untuk penanganan jangka panjang tentu diperlukan dukungan dari Pemkab,” tambah Oding.
Sementara itu, Kasi Ekbang Desa Ciwaru, Didi, mengatakan bahwa Pemdes telah berupaya maksimal sesuai kewenangannya.
“Menjadi kewajiban kami memberikan pelayanan dan kenyamanan kepada masyarakat. Begitu terjadi bencana, Ibu Kuwu langsung mengajak seluruh perangkat desa turun ke lokasi dan bergotong royong bersama warga. Namun, karena keterbatasan anggaran desa, perbaikan permanen belum bisa dibiayai. Kami berharap ada perhatian dari Pemkab Kuningan untuk penanggulangan dan pembangunan ke depan,” pungkasnya.
/Dodo


