Advertisement
KUNINGAN - JOURNALGAMAS.COM,- Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Ciwaru sejak Rabu sore menimbulkan kepanikan warga. Kekhawatiran akan terjadinya bencana alam akibat cuaca ekstrem tersebut akhirnya terbukti dengan terjadinya longsor hebat di Blok Pamuruyan, Desa Ciwaru, Kecamatan Ciwaru.
Peristiwa longsor terjadi pada Rabu, 14 Januari 2026, sekitar pukul 21.00 WIB. Material tanah menutup akses jalan satu-satunya yang menghubungkan Blok Pamuruyan dengan wilayah lain, sehingga aktivitas dan mobilitas warga lumpuh total.
Dalam insiden tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian material. Namun, dampaknya sangat dirasakan masyarakat setempat karena seluruh rutinitas warga terhenti akibat terputusnya akses jalan.
Sebagai langkah darurat, warga bersama Pemerintah Desa Ciwaru segera melakukan gotong royong pembersihan material longsor. Proses evakuasi dan pembersihan dilakukan secara manual menggunakan peralatan seadanya, mengingat keterbatasan sarana di lokasi.
Kegiatan gotong royong tersebut dipimpin oleh Oding selaku ketua warga Blok Pamuruyan. Saat dikonfirmasi di lokasi kejadian, Oding menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada jajaran Pemerintah Desa Ciwaru.
“Saya mewakili seluruh warga Blok Pamuruyan mengucapkan terima kasih kepada aparatur Pemerintahan Desa yang dipimpin langsung oleh Ibu Kuwu. Beliau turun langsung ke lokasi dan bahu-membahu bersama warga.
Ini bukan sekadar bentuk perhatian dan kepedulian, tetapi juga mencerminkan tidak adanya batas antara pemerintah desa dan masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Didi selaku Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan (Kasi Ekbang) Desa Ciwaru, mewakili Pemerintah Desa, menegaskan bahwa sudah menjadi kewajiban pemerintah desa untuk memberikan pelayanan dan kenyamanan kepada masyarakat, terlebih saat terjadi musibah bencana alam.
“Dengan adanya longsor di Blok Pamuruyan, Ibu Kuwu langsung bersikap tanggap dan mengajak seluruh perangkat desa untuk turun ke lokasi serta bergotong royong bersama warga,” ujarnya.
Namun demikian, Didi mengakui bahwa untuk penanganan dan perbaikan permanen diperlukan dukungan anggaran yang tidak sedikit. Dengan keterbatasan anggaran yang dimiliki desa, perbaikan permanen belum dapat terdanai. Oleh karena itu, pihaknya berharap adanya perhatian dan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Kuningan untuk penanggulangan serta pembangunan akses jalan secara berkelanjutan.
/Dodo


