Advertisement
KUNINGAN - JOURNALGAMAS.COM,- Informasi seputar isu rotasi dan mutasi jabatan eselon II, III, dan IV di lingkungan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Kuningan mulai mencuat ke permukaan. Meski belum disampaikan secara terbuka, kabar tersebut sayup terdengar dan menjadi bahan perbincangan dalam obrolan berbisik di warung kopi hingga ruang-ruang informal lainnya, Kamis (18/12/2025).
Bidang Hubungan Masyarakat Forum Masyarakat Sipil Independen (FORMASI), Bahrudin yang akrab disapa Egong, mengungkapkan adanya fenomena yang kerap muncul setiap kali rotasi dan mutasi jabatan bergulir. Ia menyebut, jabatan-jabatan strategis yang kerap disebut sebagai jabatan basah memiliki nilai tawar tersendiri dalam praktik tidak resmi.
Menurut Egong, harga “pasar gelap” jabatan tersebut bervariasi, mulai dari kisaran Rp15 juta hingga ratusan juta rupiah, bergantung pada posisi jabatan yang diincar. Kondisi ini, kata dia, membuka ruang bagi peran para calo jabatan yang memanfaatkan situasi dan ketidakpastian informasi.
“Transaksi demi transaksi nyaris tak terlihat dan tak terdengar. Semua berlangsung tertutup karena dianggap sebagai rahasia umum,” ujarnya.
Egong menilai, praktik semacam itu kerap dilegitimasi sebagai kewajaran dengan dalih budaya ketimuran, relasi kedekatan, dan rasa sungkan. Padahal, jika benar terjadi, hal tersebut dinilai mencederai prinsip profesionalisme, integritas, dan tata kelola pemerintahan yang bersih.
FORMASI mengingatkan bahwa rotasi dan mutasi jabatan sejatinya merupakan instrumen pembinaan karier aparatur dan peningkatan kinerja organisasi. Namun, ketika isu transaksi jabatan terus berulang, kepercayaan publik terhadap birokrasi berpotensi semakin tergerus.
“Jika dibiarkan, bisik-bisik ini akan terus hidup dan menjadi bayang-bayang gelap dalam setiap proses mutasi,” pungkas Egong.
/Red


