Journal Gamas

Label


lisensi

Red
Desember 27, 2025, 17.04 WIB
Last Updated 2025-12-27T10:04:54Z
HeadlineSosial

Ibunda Sultan Sepuh Wafat, Zuriah Sunan Gunung Jati Pemangku Adat Santana Kesultanan Cirebon Sampaikan Takziah

Advertisement

CIREBON - JOURNALGAMAS.COM,-
Keluarga besar zuriah Sunan Gunung Jati, zuriah Sunan Gunung Cakrabuana, serta Pangeran Cakrabuana yang tergabung dalam pemangku adat Santana Kesultanan Cirebon (SKC) mendatangi kediaman Sultan Sepuh

Cirebon, Kanjeng Gusti Sultan Sepuh (KGSS) Pangeran Heru Rusyamsi Arianatareja, S.Psi., M.H., untuk menyampaikan takziah atas wafatnya ibunda tercinta, Ibu Suri Sultan Sepuh Pangeran Kuda Putih.

Rombongan yang hadir terdiri dari sejumlah pemangku adat SKC, di antaranya Rd. Amri, Rd. Muhaimin, Rd. Hartono, Rd. Ali, Raden Ayu Suherti, serta Panglima Laskar Maung Bodas Rd. Ibra. Kehadiran mereka mencerminkan kedekatan emosional dan batin yang kuat dengan almarhumah semasa hidupnya. Sabtu (27/12/2025)

Selain menjabat sebagai Sultan Sepuh Cirebon, KGSS Pangeran Heru Rusyamsi juga merupakan Ketua Umum Santana Kesultanan Cirebon sekaligus Ketua Buhun Pemangku Adat SKC Nusantara.

Kedatangan para wargi SKC disambut hangat dalam suasana duka yang khidmat dan penuh kekeluargaan.

Sultan Sepuh menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas doa, perhatian, dan kebersamaan yang ditunjukkan seluruh zuriah dan pemangku adat.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh zuriah Sunan Gunung Jati, zuriah Sunan Gunung Cakrabuana, serta para pemangku adat Santana Kesultanan Cirebon atas doa dan kebersamaan yang diberikan kepada kami sekeluarga,” ujar Sultan Sepuh.

Menurutnya, almarhumah Ibu Suri Sultan Sepuh memiliki peran penting sebagai penyemangat dan penopang moral dalam perjuangan sejarah Peteng Santana Kesultanan Cirebon, sehingga kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar SKC.

“Kebersamaan ini menjadi energi moral bagi kami untuk terus melangkah ke depan, berjuang bersama menjadikan Cirebon sawiji dan bangkit untuk Nusantara,” tambahnya.

Kehadiran para wargi SKC tersebut sekaligus menegaskan bahwa Santana Kesultanan Cirebon tetap ada, tetap kompak, dan tetap solid dalam menemani serta menguatkan perjuangan Kanjeng Gusti Sultan Sepuh Pangeran Kuda Putih dalam menjaga nilai sejarah, adat, dan persatuan Nusantara.

Acara ditutup dengan doa bersama untuk almarhumah, sebagai wujud penghormatan terakhir sekaligus peneguhan nilai persaudaraan, persatuan, dan kebersamaan di lingkungan Kesultanan Cirebon.

/Moris