Advertisement
KUNINGAN - JOURNALGAMAS.COM,- Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. meninjau langsung masyarakat terdampak bencana angin puting beliung di Kecamatan Luragung dan Cidahu, Selasa (3/11/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi warga sekaligus melihat langsung dampak kerusakan akibat bencana.
Dalam kesempatan itu, Bupati menyerahkan bantuan dari BPBD dan Baznas Kabupaten Kuningan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa darurat. Selain bantuan tersebut, pemerintah daerah juga menyiapkan langkah pemulihan melalui pendataan kerusakan dan rencana penyaluran bantuan material bangunan bagi rumah warga terdampak.
Didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, Bupati menyusuri sejumlah titik terdampak guna memastikan kondisi di lapangan sekaligus menentukan langkah penanganan selanjutnya.
Berdasarkan pendataan sementara, bencana angin puting beliung tersebut berdampak pada 10 desa di Kecamatan Luragung dan Cidahu. Lebih dari seratus rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan dengan kategori ringan, sedang hingga berat.
Bupati Dian mengatakan, peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung pemetaan dampak bencana yang terjadi di dua wilayah kecamatan tersebut.
“Jadi hari ini kita meninjau untuk melihat pemetaan dampak yang ditimbulkan dari korban puting beliung. Ada di 10 desa di dua kecamatan, dampak Kecamatan Luragung sama Kecamatan Cidahu,” ungkap Bupati Dian.
Ia menjelaskan, kerusakan yang ditemukan sebagian besar terjadi pada bagian atap rumah, seperti genteng dan konstruksi kayu yang terlepas akibat kuatnya terjangan angin. Kondisi tersebut membutuhkan penanganan segera agar masyarakat dapat kembali menempati rumahnya dengan aman.
Untuk mempercepat penanganan, Pemkab Kuningan berencana menggunakan anggaran melalui skema Belanja Tidak Terduga (BTT) guna membantu sejumlah rumah warga yang mengalami kerusakan. Bantuan tersebut akan diberikan dalam bentuk material bangunan, seperti genteng, yang penyalurannya dilakukan melalui pemerintah desa sesuai kebutuhan masyarakat.
“Kita akan mengambil anggaran dari skema BTT untuk beberapa rumah yang mungkin bisa segera kita tangani. Kita akan drop ke desa melalui kepala desa setempat, memberikan bahan material seperti genteng,” jelasnya.
Selain rumah warga, Bupati juga memberikan perhatian terhadap kondisi SMP Negeri 1 Luragung yang turut mengalami kerusakan akibat bencana angin puting beliung. Mengingat kerusakan bangunan berkaitan langsung dengan keselamatan peserta didik, Bupati meminta agar ruang kelas yang dinilai rawan untuk sementara tidak digunakan.
Pemkab Kuningan juga telah berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk mengupayakan percepatan perbaikan sekolah tersebut. Meski sebelumnya SMP Negeri 1 Luragung telah masuk dalam program revitalisasi, pemerintah daerah akan menjajaki skema penanganan melalui jalur kebencanaan agar proses rehabilitasi dapat dilakukan lebih cepat.
“Kita sudah koordinasi dengan kementerian, karena memang sebetulnya sekolah itu sudah masuk dalam revitalisasi. Tapi karena menunggu revitalisasi agak lama, kita ambil skemanya mungkin dari kebencanaan,” tutur Bupati.
Ia berharap penanganan kerusakan SMP Negeri 1 Luragung dapat segera direalisasikan sehingga kegiatan belajar mengajar kembali berlangsung dengan aman dan nyaman.
Peninjauan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemkab Kuningan dalam memastikan masyarakat terdampak bencana mendapatkan perhatian dan penanganan yang diperlukan.
Melalui bantuan darurat, pendataan kerusakan, serta rencana pemulihan rumah warga dan fasilitas pendidikan, pemerintah daerah berupaya agar seluruh proses penanganan dapat berjalan secara bertahap dan tepat sasaran.
Bupati Dian juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama masa pancaroba. Pasalnya, kondisi cuaca pada periode tersebut berpotensi menimbulkan cuaca ekstrem, terutama hujan lebat yang disertai angin kencang.
/Moris


