Advertisement
KUNINGAN - JOURNALGAMAS.COM,- Generasi yang hebat tidak tumbuh dengan sendirinya, tetapi melalui pendidikan, keteladanan, perhatian, dan dukungan dari lingkungan sekitarnya. Karena itu, pembinaan remaja perlu dilakukan secara berkelanjutan agar mampu melahirkan generasi muda yang berkualitas dan bertanggung jawab dalam merencanakan masa depan.
Hal tersebut disampaikan Bunda Generasi Berencana (Genre) Kabupaten Kuningan, Hj. Ela Helayati, S.Sos., saat membuka kegiatan Sekolah Generasi Berencana dan Pemilihan Duta Genre Kabupaten Kuningan Tahun 2026 di Ruang Rapat Sang Adipati, Lantai 2 Gedung Sekretariat Daerah Kabupaten Kuningan, Kompleks Kuningan Islamic Center, Senin (12/10/2026).
Dalam sambutannya, Hj. Ela menegaskan bahwa generasi muda merupakan aset berharga bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa. Oleh sebab itu, diperlukan pembinaan melalui pendidikan, penguatan karakter, serta pendampingan yang tepat agar remaja mampu mempersiapkan masa depan secara matang.
Melalui program Generasi Berencana (Genre), para remaja diharapkan memiliki pemahaman yang benar mengenai kesehatan reproduksi, mampu menghindari perilaku berisiko, serta memahami pentingnya pendidikan, perencanaan karier, dan kesiapan menjalani kehidupan berkeluarga.
Menurut Hj. Ela, Pemilihan Duta Genre bukan sekadar ajang kompetisi penampilan maupun kemampuan berbicara di depan publik. Kegiatan ini menjadi sarana untuk menjaring generasi muda yang mampu menjadi teladan, menginspirasi teman sebaya, serta menyebarluaskan pesan-pesan positif di lingkungan sekolah dan masyarakat.
“Jadilah Duta yang benar-benar hadir di tengah remaja, mau mendengarkan aspirasi mereka, menyampaikan informasi yang benar, serta mengajak teman-teman sebaya untuk merencanakan masa depan dengan lebih baik,” pesannya.
Selain Pemilihan Duta Genre, Hj. Ela juga menyambut baik penyelenggaraan Sekolah Genre sebagai upaya memperkuat edukasi dan pembinaan remaja melalui lingkungan pendidikan. Menurutnya, sekolah tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang untuk membangun karakter, menumbuhkan kepercayaan diri, dan mengembangkan keterampilan hidup.
Ia pun mengajak kepala sekolah, guru, orang tua, dan seluruh pihak terkait untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan positif bagi tumbuh kembang remaja. Komunikasi yang hangat antara orang tua dan anak, disertai perhatian serta keteladanan, dinilai menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang berkualitas.
Sementara itu, Kepala DPPKBP3A Kabupaten Kuningan, Drs. H. Apip Ropii, S.Kep., Ners., S.Sos., SKM., M.M.Kes., menjelaskan bahwa Pemilihan Duta Genre Tahun 2026 tidak hanya menitikberatkan pada penampilan peserta, tetapi juga memperhatikan tiga aspek utama, yakni knowledge atau pengetahuan, skill atau keterampilan, serta attitude atau sikap.
Menurut Apip, peserta tidak hanya dinilai berdasarkan wawasan dan kemampuan berkomunikasi, tetapi juga karakter serta perilakunya. Aspek sikap menjadi perhatian penting karena Duta Genre diharapkan mampu menjadi panutan sekaligus agen perubahan positif bagi remaja lainnya.
Peserta yang terpilih nantinya akan dipersiapkan untuk mewakili Kabupaten Kuningan dalam ajang Pemilihan Duta Genre tingkat Provinsi Jawa Barat. Melalui tahapan seleksi dan pembinaan, diharapkan lahir figur muda yang memiliki kapasitas, kepedulian, dan komitmen untuk menyampaikan edukasi kepada teman sebaya.
Apip juga menyampaikan bahwa Sekolah Genre akan menerapkan metode pembelajaran yang beragam, mulai dari pertemuan tatap muka, pembelajaran daring, hingga kegiatan luar ruang. Salah satu lokasi yang direncanakan untuk pembelajaran di alam terbuka adalah kawasan Telaga Surian. Kegiatan tersebut diharapkan menghadirkan pengalaman belajar yang lebih menarik sekaligus memperluas wawasan peserta mengenai potensi lingkungan daerah.
Dalam laporannya, Kepala Bidang Keluarga Sejahtera DPPKBP3A Kabupaten Kuningan, Anwar Nasihin, S.Kom., M.Si., menyampaikan bahwa Pemilihan Duta Genre Tahun 2026 diikuti 40 pendaftar dari 18 SMA, SMK, dan MA, serta 33 pendaftar mahasiswa dari tujuh perguruan tinggi, baik di dalam maupun di luar Kabupaten Kuningan.
Ia menjelaskan, Sekolah Genre Tahun 2026 merupakan angkatan pertama yang dirancang sebagai program pembinaan berkelanjutan selama satu tahun. Program tersebut direncanakan menjangkau lima wilayah di Kabupaten Kuningan dengan dukungan UPTD Pengendalian Penduduk (Dalduk), sehingga edukasi dan pembinaan remaja dapat diperluas secara bertahap.
Menurut Anwar, program Sekolah Genre bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja mengenai Generasi Berencana sekaligus menjaring generasi muda potensial yang memiliki wawasan, karakter, keterampilan, dan kepedulian untuk menjadi Duta Genre Kabupaten Kuningan.
Pelaksanaan Sekolah Genre juga diharapkan menjadi ruang pembelajaran yang relevan dengan tantangan remaja saat ini, termasuk dinamika pergaulan dan perkembangan teknologi digital. Melalui pendekatan edukatif dan kolaboratif, peserta diharapkan mampu membangun keterampilan hidup serta menjadi sumber informasi positif bagi lingkungan sebayanya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri para pimpinan perguruan tinggi, kepala sekolah SMA dan SMK, unsur UPTD Dalduk, Pokja I TP PKK Kabupaten Kuningan, pengurus Forum Genre, serta undangan lainnya.
Melalui penyelenggaraan Sekolah Genre dan Pemilihan Duta Genre Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat semakin kuat dalam mendukung tumbuh kembang remaja.
Upaya tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang sehat, berkarakter, berdaya saing, serta bertanggung jawab dalam merencanakan masa depan. Selain itu, generasi muda diharapkan dapat mengambil peran nyata dalam mewujudkan Generasi Emas Indonesia.
/Moris


