Journal Gamas

Label

lisensi

Red
Oktober 21, 2026, 00.06 WIB
Last Updated 2026-10-20T17:06:32Z
HeadlinePendidikan

Bupati Kuningan Raih Penghargaan UPI Awards 2026, Dorong Pendidikan Inklusif

Advertisement

BANDUNG - JOURNALGAMAS.COM,-
Komitmen Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., dalam mendukung pemberdayaan Tri Dharma Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) serta mendorong pendidikan inklusif mendapat apresiasi dari UPI. Penghargaan tersebut diberikan pada peringatan Dies Natalis ke-72 UPI di Bandung, Selasa (20/10/2026). Bupati Dian tercatat sebagai satu-satunya bupati di Jawa Barat yang menerima penghargaan tersebut.

Penghargaan itu ditetapkan melalui Keputusan Rektor UPI Nomor 2118/UN40/HM.00.05/2026 dan Surat Nomor 142/UN40/HM.00.06/2026. Penyerahan penghargaan dilakukan langsung oleh Rektor UPI, Prof. Dr. Didi Sukyadi, M.A.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Dian didampingi Asisten Daerah I Deniawan, M.Si., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan, Dr. Carlan, M.Si., serta Sekretaris Disdikbud, H. Pipin Mansur Aripin, M.Pd.

Penghargaan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Kuningan dan UPI dalam meningkatkan mutu pendidikan. Kedua pihak tengah menyiapkan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang akan menjadi landasan pelaksanaan lima pilar strategis pengembangan pendidikan melalui Gerakan Guru Melesat.


Kepala Disdikbud Kabupaten Kuningan, Dr. Carlan, M.Si., menjelaskan bahwa rencana kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan kerja Wakil Rektor UPI Bidang Kemahasiswaan dan Alumni ke Kabupaten Kuningan beberapa minggu sebelumnya.

“Penandatanganan MoU antara UPI dan Pemerintah Kabupaten Kuningan dijadwalkan berlangsung pada minggu pertama November 2026. Kerja sama ini difokuskan pada lima pilar utama pengembangan pendidikan,” ujar Carlan.

Bupati Dian menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kuningan berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat kapasitas guru, serta membuka kesempatan yang setara bagi seluruh sumber daya manusia, termasuk penyandang disabilitas.

Menurutnya, pendidikan berkualitas harus dibangun melalui kolaborasi, pemerataan kesempatan, dan penghargaan terhadap kemampuan setiap individu.

“Penghargaan ini menjadi spirit bagi kami untuk terus memberikan yang terbaik di sektor pendidikan. Bersama UPI, kerja sama sudah terjalin lama, terutama dalam peningkatan mutu pendidikan, kapasitas guru, dan pengembangan kurikulum,” ujar Dian.

Ia menjelaskan, Kabupaten Kuningan selama ini menjadi mitra UPI dalam berbagai program pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus mengembangkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan mendukung pendidikan inklusif.

Dian juga mencontohkan sejumlah pejabat penyandang disabilitas yang dipercaya menduduki jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuningan, termasuk di sektor pendidikan dan perangkat daerah lainnya.

Menurutnya, kepercayaan tersebut menunjukkan bahwa penyandang disabilitas memiliki kemampuan untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab secara profesional.

“Bagi kami, yang terpenting adalah kemampuan dan kapasitasnya. Mereka mampu menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan baik. Inilah salah satu bentuk komitmen kami dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Dian turut menyampaikan ucapan selamat atas Dies Natalis ke-72 UPI. Ia berharap UPI semakin berkembang dan terus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan nasional.

“Selamat Dies Natalis ke-72 untuk UPI. Semoga UPI semakin melesat dan semakin berdampak. Kami berharap UPI terus melahirkan lulusan-lulusan yang unggul, kreatif, inovatif, serta mampu berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan negara,” ujarnya.

Melalui penghargaan UPI Awards 2026 dan rencana kerja sama tersebut, Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap sinergi dengan perguruan tinggi semakin kuat dalam memperluas kesempatan belajar, meningkatkan kompetensi tenaga pendidik, dan mewujudkan pemerataan layanan pendidikan.

Bupati Dian juga berharap UPI terus berperan dalam membentuk karakter, mengembangkan talenta, serta memaksimalkan potensi generasi muda. Sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi diharapkan menjadi fondasi bagi lahirnya sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Sementara itu, Wakil Rektor UPI Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Bisnis, Prof. Dr. phil. Yudi Sukmayadi, M.Pd., menyampaikan bahwa kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Kuningan diarahkan untuk menghadirkan program Guru Berdampak melalui Lima Pilar Guru Melesat.

Program tersebut diharapkan menjadi langkah konkret untuk memperkuat kualitas pembelajaran, memperluas akses pendidikan, dan meningkatkan pemerataan layanan bagi masyarakat.

Gerakan Guru Melesat dirancang untuk mendukung visi Kuningan MELESAT melalui peningkatan mutu pembelajaran, pemerataan tenaga pendidik, pengembangan pendidikan inklusif, serta perumusan kebijakan berbasis data. Lima pilar yang disiapkan juga diarahkan untuk menjawab berbagai tantangan pendidikan, mulai dari penanganan anak tidak sekolah hingga peningkatan kompetensi guru.

Lima Pilar Gerakan Guru Melesat

1. Sakola Deui

Pilar pertama, Sakola Deui, bertujuan mempercepat peningkatan rata-rata lama sekolah melalui pendidikan kesetaraan berbasis desa.

Kegiatannya meliputi pendampingan pembelajaran Paket B dan Paket C, kuliah kerja nyata (KKN) tematik pendidikan kesetaraan, pendataan anak tidak sekolah dari rumah ke rumah, serta pelibatan alumni guru sebagai tutor dan motivator agar masyarakat kembali mengenyam pendidikan.

2. Akademi Guru Melesat

Pilar kedua berfokus pada peningkatan kompetensi guru agar adaptif terhadap perkembangan teknologi dan memiliki karakter yang kuat.

Program yang disiapkan mencakup pelatihan pembelajaran mendalam, penguatan literasi dan numerasi, pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) secara etis untuk pembelajaran dan asesmen, coaching kepemimpinan bagi kepala sekolah, serta pembentukan komunitas belajar guru di setiap kecamatan.

3. Guru untuk Pelosok

Pilar ketiga diarahkan untuk mendorong pemerataan distribusi dan ketersediaan tenaga pendidik, terutama di wilayah yang masih kekurangan guru.

Upaya yang direncanakan meliputi penempatan mahasiswa untuk praktik lapangan dan magang, program Alumni Mengajar, pemberian beasiswa bagi putra-putri Kuningan yang berkomitmen kembali mengabdi sebagai guru, serta pendampingan calon guru daerah hingga menempuh Pendidikan Profesi Guru (PPG).

4. PAUD, Inklusi, dan Ngaji Diri

Pilar keempat bertujuan memperkuat layanan pendidikan bagi seluruh anak, mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD), anak berkebutuhan khusus, hingga pendidikan keagamaan.

Kegiatannya meliputi kampanye pentingnya PAUD, pelatihan guru PAUD dan pendidikan inklusif, pendampingan sekolah luar biasa (SLB) serta sekolah penyelenggara pendidikan inklusi, dan pelatihan pedagogik bagi guru ngaji serta pengajar Diniyah Takmiliyah (DTA).

5. Observatorium Pendidikan Kuningan

Pilar kelima menjadi instrumen untuk memperkuat perumusan kebijakan pendidikan berbasis data dan kajian.

Pelaksanaannya mencakup pemetaan anak tidak sekolah dan kebutuhan guru di setiap desa, pemantauan capaian program bersama pemerintah daerah, kajian kebijakan pendidikan, serta evaluasi tahunan terhadap dampak empat pilar lainnya.

Melalui pendekatan tersebut, kebijakan pendidikan diharapkan lebih terukur, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Kelima pilar tersebut dirancang untuk saling melengkapi. Sakola Deui memperluas kesempatan masyarakat untuk kembali belajar, Akademi Guru Melesat meningkatkan kualitas pendidik, Guru untuk Pelosok mendorong pemerataan tenaga pengajar, sedangkan PAUD, Inklusi, dan Ngaji Diri memperkuat layanan pendidikan yang inklusif. Adapun Observatorium Pendidikan Kuningan menjadi landasan evaluasi dan perumusan kebijakan berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan.

Gerakan Guru Melesat juga selaras dengan arah pembangunan daerah, khususnya penguatan sumber daya manusia yang tangguh serta penanaman nilai-nilai agamis dalam kehidupan bermasyarakat. Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah, tetapi juga membangun ekosistem pendidikan yang kuat, mulai dari tingkat desa hingga kebijakan daerah.

Penerimaan penghargaan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat Disdikbud Kabupaten Kuningan, yakni Diki Mahardika, S.E., M.Si., Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Masyarakat; Surya, S.Pd., M.M., Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar; Rizal Arif Gunawan, S.E., M.Si., Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Pertama; serta Dr. Funny Amalia, M.Si., Kepala Bidang Kebudayaan.

Melalui penghargaan dan rencana kerja sama ini, Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap sinergi dengan UPI semakin kuat dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu, inklusif, merata, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

/Moris