Journal Gamas

Label

lisensi

Red
Oktober 31, 2026, 12.54 WIB
Last Updated 2026-10-31T05:54:52Z
EksosbudHeadline

Bunda Ela Hadiri Tradisi Kawin Cai di Babakanmulya, Dorong Pelestarian Kearifan Lokal dan Sumber Air

Advertisement

KUNINGAN - JOURNALGAMAS.COM,-
Tradisi Kawin Cai yang digelar di Desa Babakanmulya, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Kamis (29/10/2026), menjadi momentum penting dalam upaya melestarikan kearifan lokal sekaligus menjaga keberlangsungan sumber daya air di Kabupaten Kuningan.

Kawin Cai merupakan tradisi adat masyarakat yang memiliki makna filosofis mendalam tentang hubungan manusia dengan alam, khususnya dalam menjaga dan menghormati sumber mata air sebagai sumber kehidupan.

Ketua TP PKK Kabupaten Kuningan, Bunda Ela, yang hadir bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan, Carlan, M.Pd., mengatakan bahwa prosesi adat tersebut tidak sekadar menjadi warisan budaya leluhur, tetapi juga mengandung pesan moral tentang pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan, melestarikan sumber daya alam, serta memperkuat nilai-nilai gotong royong di tengah masyarakat.

Melalui tradisi Kawin Cai, masyarakat diajak untuk kembali memahami bahwa air merupakan sumber kehidupan yang harus dijaga bersama. Terlebih, di tengah tantangan perubahan iklim dan ancaman berkurangnya ketersediaan air bersih, nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi ini semakin relevan.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Kabupaten Kuningan, Carlan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Kuningan memandang kegiatan Kawin Cai sebagai bagian penting dari pelestarian budaya daerah sekaligus sarana edukasi kepada generasi muda agar senantiasa mencintai dan menjaga warisan leluhur.

Selain memiliki nilai budaya dan spiritual, tradisi ini juga menjadi daya tarik wisata budaya yang memperkuat identitas Kabupaten Kuningan sebagai daerah yang kaya akan adat istiadat dan kearifan lokal.

Kawin Cai bukan sekadar ritual adat, melainkan mengandung pesan kehidupan bahwa air adalah sumber kehidupan, alam merupakan titipan, dan menjaganya menjadi tanggung jawab bersama.

Dengan semangat pelestarian budaya dan kepedulian terhadap lingkungan, tradisi Kawin Cai diharapkan terus diwariskan kepada generasi mendatang sebagai salah satu kekayaan budaya Kabupaten Kuningan, tutup Carlan.

/Moris