Journal Gamas

Label

lisensi

Red
September 22, 2026, 19.52 WIB
Last Updated 2026-09-22T12:52:44Z
HeadlinePendidikan

Bupati Dian Tekankan Penguatan Karakter Guru di Tengah Pesatnya Perkembangan AI

Advertisement

KUNINGAN - JOURNALGAMAS.COM,-
Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., menegaskan pentingnya penguatan kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial bagi para pendidik sebagai fondasi dalam membentuk generasi yang berkarakter. Hal tersebut sekaligus menjadi bekal bagi para guru dalam menghadapi perubahan dunia pendidikan yang semakin cepat di era kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI).

Pesan tersebut disampaikan Bupati Dian saat membuka Pelatihan Nasional Kompetensi Kepribadian dan Kompetensi Sosial di SMPN 5 Kuningan, Selasa (22/9/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Membangun Pendidik yang Berkarakter, Komunikatif, Kolaboratif, dan Inspiratif dalam Mewujudkan Pendidikan Berkualitas” tersebut merupakan hasil kolaborasi Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) Jakarta dan PGRI Kabupaten Kuningan.

Bupati Dian menilai, upaya membangun pendidikan karakter tidak cukup hanya dengan memberikan pemahaman kepada peserta didik. Para guru sebagai garda terdepan pendidikan juga harus memiliki karakter, ketangguhan kepribadian, serta kemampuan sosial yang kuat sehingga mampu menjadi teladan bagi anak didiknya.

“Sebelum kita mengajarkan akhlak dan karakter kepada murid, gurunya harus terlebih dahulu dibekali dengan kompetensi kepribadian dan sosial yang kuat. Ini sangat penting,” ujar Bupati.


Menurutnya, tantangan yang dihadapi para pendidik saat ini semakin kompleks seiring perkembangan teknologi informasi serta perubahan karakter generasi peserta didik. Karena itu, guru dituntut untuk terus belajar, beradaptasi dan meningkatkan kapasitas agar tidak tertinggal oleh perkembangan zaman.

Bupati Dian juga mengingatkan para pendidik mengenai pesatnya perkembangan artificial intelligence (AI) yang kini telah memasuki berbagai bidang kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Perubahan tersebut, menurutnya, tidak lagi berlangsung dalam hitungan puluhan tahun, tetapi dapat terjadi hanya dalam hitungan bulan.

“Barang siapa hari ini di dunia pendidikan tidak memahami dan mengaplikasikan artificial intelligence, akan tertinggal oleh anak-anak kita,” tegasnya.

Di tengah perkembangan teknologi tersebut, Bupati menekankan bahwa guru tetap memiliki keunggulan yang tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh teknologi, yakni nilai-nilai kemanusiaan, keteladanan, empati dan kemampuan membangun hubungan sosial.

Oleh karena itu, para pendidik didorong untuk mampu memadukan penguasaan teknologi dengan kekuatan karakter. Guru tidak cukup hanya menguasai materi pembelajaran, tetapi juga harus mampu membangun kepercayaan peserta didik melalui keteladanan dan pendekatan yang humanis.

“Teknologi boleh berkembang, tetapi harapan, humanisme dan sifat-sifat kemanusiaan tidak bisa digantikan oleh komputer. Ketika ilmu pengetahuan kita tertinggal dan karakter kita tidak kuat, lalu kita berdiri di depan kelas sebagai apa di hadapan anak-anak generasi sekarang?” ungkapnya.

Lebih lanjut, Bupati Dian menyampaikan bahwa proses transformasi pendidikan perlu dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi dan ekosistem masing-masing satuan pendidikan.

Menurutnya, perubahan tidak dapat dilakukan secara instan, tetapi membutuhkan tahapan, penyesuaian serta pengulangan agar pada akhirnya dapat menjadi bagian dari budaya pendidikan.

Sementara itu, Rektor Unindra Prof. Dr. H. Sumaryoto mengatakan, perkembangan era digital dan pengaruh global telah membuat persoalan pendidikan semakin kompleks. Kondisi tersebut menuntut guru tidak hanya memiliki kompetensi profesional, tetapi juga kompetensi kepribadian dan sosial.

Ia menjelaskan, Unindra sebagai perguruan tinggi di bawah naungan PGRI memiliki komitmen untuk berkontribusi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

“Kompetensi kepribadian dan sosial menjadi sangat penting. Bagaimana kita memengaruhi lingkungan, baik di dalam kelas maupun di masyarakat,” ujarnya.

Rektor Unindra berharap kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Kuningan sekaligus memperkuat implementasi kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Kuningan dan Unindra.

Sebelumnya, Ketua PGRI Kabupaten Kuningan Ida Suprida, S.Pd., M.M., dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan tersebut diikuti sekitar 150 peserta yang terdiri atas kepala sekolah dan guru dari 32 cabang PGRI Kabupaten Kuningan.

Selain pelatihan, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan kuliah umum bagi mahasiswa S2 Unindra.

Ida menjelaskan, pelatihan dilaksanakan dalam empat kelas agar peserta memperoleh ruang pembelajaran yang lebih intensif, interaktif dan komunikatif. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kerja sama PGRI Kabupaten Kuningan dengan Unindra dan PGRI DKI Jakarta dalam meningkatkan kompetensi para pendidik.

Kegiatan turut dihadiri Ketua Dewan Pembina Yayasan Unindra PGRI beserta jajaran, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, Kepala BKPSDM Kabupaten Kuningan, sejumlah pengurus TP PKK, DWP dan GOW Kabupaten Kuningan, Camat Kuningan, Kepala SMPN 5 Kuningan serta undangan lainnya.

Pembukaan pelatihan tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama untuk memperkuat kapasitas pendidik di Kabupaten Kuningan. Dengan demikian, para pendidik diharapkan mampu menghadirkan proses pembelajaran yang semakin berkarakter, komunikatif, kolaboratif dan inspiratif di tengah perubahan zaman yang semakin dinamis. 

/Moris