Journal Gamas

Label

lisensi

Red
Februari 01, 2026, 16.24 WIB
Last Updated 2026-02-01T09:30:31Z
HeadlineMuslimNasional

Ketua GAMAS Kuningan: Nisfu Sya’ban Bukan Sekadar Tradisi, tapi Titik Balik Perubahan

Advertisement

KUNINGAN - JOURNALGAMAS.COM,-
Malam Nisfu Syakban 1447 H jatuh pada Senin malam 2 Februari 2026 (setelah waktu Maghrib). Momen ini dianggap sebagai malam penuh pengampunan di mana catatan amal tahunan manusia diangkat ke hadapan Allah SWT.

Ketua Gerakan Anti Maksiat (GAMAS) Kabupaten Kuningan, Ustadz Iing Sholihin, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan peringatan malam Nisfu Sya’ban sebagai momentum muhasabah diri dan hijrah moral menuju kehidupan yang lebih bersih dari kemaksiatan. Ujar Ustadz Iing Sholihin saat diwawancarai di sela-sela kegiatanya. Minggu (1/2/2026).

Menurutnya, Nisfu Sya’ban bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi memiliki makna spiritual yang sangat dalam bagi umat Islam, khususnya dalam memperbaiki akhlak dan perilaku sosial.

“Nisfu Sya’ban adalah momentum untuk kita semua melakukan evaluasi diri. Bukan hanya hubungan kita dengan Allah SWT, tetapi juga bagaimana sikap kita di tengah masyarakat. Ini saatnya hijrah dari kebiasaan buruk menuju kehidupan yang lebih bermoral dan bermartabat,” ujar Ustadz Iing.

Ia menegaskan, maraknya berbagai bentuk kemaksiatan di tengah masyarakat harus disikapi dengan pendekatan dakwah yang santun namun tegas, serta melibatkan seluruh unsur, mulai dari tokoh agama, pemerintah, hingga keluarga.

“Perang melawan maksiat tidak cukup dengan razia atau larangan semata. Yang paling penting adalah membangun kesadaran. Dari rumah, dari lingkungan, dari hati kita masing-masing,” tambahnya.

Ustadz Iing juga mengajak generasi muda agar tidak terjebak dalam pergaulan bebas, narkoba, dan gaya hidup yang menjauhkan dari nilai-nilai agama.

“Anak muda adalah harapan bangsa dan daerah. Kalau moralnya rusak, maka rusak pula masa depan kita. Maka Nisfu Sya’ban ini mari kita jadikan titik balik untuk menjaga diri, keluarga, dan lingkungan,” tegasnya.

Kegiatan peringatan Nisfu Sya’ban ini diisi dengan doa bersama, tausiyah, dan ajakan komitmen moral untuk menolak segala bentuk kemaksiatan di wilayah Kabupaten Kuningan.

Nisfu Syakban menjadi pengingat penting bahwa bulan suci Ramadhan tinggal sekitar 15 hari lagi. Gunakan waktu ini untuk membersihkan hati dan menyelesaikan urusan atau janji yang belum terpenuhi dengan sesama manusia agar ibadah Ramadhan lebih maksimal. Tutupnya

/Moris