Journal Gamas

Label

lisensi

Red
Januari 31, 2026, 19.08 WIB
Last Updated 2026-01-31T12:08:27Z
EksosbudHeadline

Warga Minta Sidak Gunung Ciremai Tak Jadi Seremonial, Penertiban Dinilai Belum Tuntas

Advertisement

KUNINGAN - JOURNALGAMAS.COM,-
Aksi inpeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Gubernur Jawab Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), di Kawasan kaki Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) pada pertengahan Januari lalu menuai respon hangat dari masyarakat setempat. Dalam sidak tersebut, KDM terlihat marah kepada Kepala Balai TNGC karena masih ditemukannya lahan gundul dan aktivitas yang dinilai merusak lingkungan di Kawasan konversi yang seharusnya dilindungi ketat.

Pada Sidak itu, Gubernur menegaskan agar seluruh aktivitas yang berpotensi merusak ekosistem dan sumber daya alam di Kaki Gunung Ciremai tidak diberi toleransi. Ia menegaskan bahwa pemeriksaan dilakukan tanpa pemberitahuan agar pelaku pelanggaran tidak sempai mengelabui pihak pengawas.

Namun, meskipun langkah tersebut diapresiasi oleh warga, suara masyarakat kini mulai menguat berharap agar hasil sidak itu tidak berhenti pada kunjungan formal semata, tetapi diikuti dengan implementasi tindakan nyata yang berkelanjutan. Warga menyoroti fakta bahwa hingga kini belum semua pembangunan atau aktivitas yang dinilai melanggar aturan benar-benar dihentikan, khususnya pembangunan dan penambangan di area kaki gunung yang rawan bencana dan berdampak pada lingkungan.

Sidak itu penting sebagai sinyal awal, tapi yang masyarakat butuhkan adalah tindakan nyata yang konsisten. Jangan sampai setelah momentum itu lewat, aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan justru kembali berjalan seperti biasa.

Masyarakat juga berharap agar Balai TNGC (Balai Taman Nasional Gunung Ciremai) dan Pemerintah Kabupaten Kuningan dapat menunjukkan progres nyata terkait pelaksanaan arahan gubernur pasca sidak, baik dalam hal penghentian kegiatan ilegal maupun pemulihan lingkungan secara menyeluruh. Mereka menilai implementasi yang konsisten penting untuk menjamin keberlanjutan fungsi kawasan konservasi sebagai sumber air, tempat hidup flora dan fauna, serta penyangga ekosistem penting di Jawa Barat.

Kritik masyarakat ini mencerminkan harapan agar pemerintahan daerah tidak hanya sekadar menindak di permukaan, tetapi benar-benar menjalankan kewajiban pengawasan dan penegakan aturan demi kelestarian lingkungan dan kesejahteraan warga di sekitar Gunung Ciremai.

/Red