Advertisement
KUNINGAN - JOURNALGAMAS.COM,- Bencana alam longsor kembali menimpa warga Blok Pamuruyan, Desa Ciwaru, Kecamatan Ciwaru, Kabupaten Kuningan. Hujan deras disertai angin kencang yang berlangsung cukup lama pada Jumat (23/1/2026) memicu longsor susulan yang kini tercatat sebagai kejadian keempat di wilayah tersebut. Meski tidak menelan korban jiwa, peristiwa ini berdampak besar terhadap perekonomian warga dan membuat seluruh aktivitas masyarakat terhenti total.
Longsor yang terus berulang ini dinilai sebagai bukti lemahnya perhatian Pemerintah Kabupaten Kuningan terhadap keselamatan dan keberlangsungan hidup warga Pamuruyan. Minimnya respons dan penanganan permanen membuat masyarakat setempat berencana menempuh jalur lebih tinggi dengan melaporkan langsung kondisi mereka kepada Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), agar ada langkah nyata dan solutif dari pemerintah provinsi.
Ketua RT 05 RW 12 Blok Pamuruyan, Oding, yang memimpin warga bersama para tokoh masyarakat, menyampaikan kekecewaan atas situasi yang tak kunjung berubah. Menurutnya, sejak longsor pertama hingga kejadian keempat, belum ada tindakan serius dari Pemkab Kuningan.
“Atas nama masyarakat Blok Pamuruyan, kami akan menembuskan laporan kepada Pak KDM sebagai Gubernur Jawa Barat. Kami butuh penanganan, bukan sekadar janji,” tegas Oding saat dikonfirmasi.
Hal senada diungkapkan Rahmat, salah satu warga terdampak, bersama Eko selaku tokoh masyarakat. Mereka menyebut bahwa penanganan bencana di Pamuruyan sangat berbeda dibandingkan wilayah lain yang mendapat perhatian besar dari pemerintah.
“Terus terang kami merasa tidak ada perhatian dari Pemkab Kuningan. Longsor ini sudah terjadi berulang kali, tapi penanganannya tidak sebanding dengan daerah lain,” ujar Rahmat.
Selama ini, warga bersama Pemerintah Desa Ciwaru hanya bisa bergotong royong membersihkan material longsor dengan peralatan seadanya. Meski terbatas, upaya tersebut tetap dilakukan demi membuka kembali akses dan menjaga keselamatan lingkungan.
“Kami sangat mengapresiasi kinerja Pemdes Ciwaru yang selalu hadir bersama warga. Kami berterima kasih atas kepedulian dan pelayanan mereka,” kata Eko.
Namun demikian, warga Pamuruyan menegaskan bahwa gotong royong tidak cukup jika tidak dibarengi kebijakan dan tindakan konkret dari pemerintah kabupaten maupun provinsi. Mereka berharap laporan ke Gubernur Jawa Barat dapat menjadi titik balik agar ada solusi permanen, mulai dari kajian teknis, penguatan tebing, hingga relokasi jika memang diperlukan demi keselamatan jangka panjang masyarakat.
/Dodo


