Advertisement
KUNINGAN - JOURNALGAMAS.COM,- Forum Wartawan Kuningan (FORWAKU) melontarkan kritik keras terhadap kinerja Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar. Sejumlah kasus strategis yang dinilai serius dan berpotensi melanggar regulasi perundang-undangan, seperti Arunika, Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), dan MBG, dinilai tidak mendapat perhatian tegas dari kepala daerah.
Ketua FORWAKU, Doceng, menegaskan bahwa persoalan-persoalan tersebut seharusnya menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Namun hingga kini, menurutnya, tidak terlihat adanya kejelasan penegakan hukum maupun langkah konkret di lapangan.
“Kasus Arunika, TNGC, dan MBG ini notabene kasus serius karena bertentangan dengan regulasi. Tapi justru seperti mencair, tidak jelas ujung pangkal penanganannya. Anehnya, Bupati malah sangat antusias menanggapi isu pengadaan LKS yang sejatinya tidak melanggar aturan,” ujar Doceng, Jumat (30/1/2026)
Ia mempertanyakan keberanian Bupati Kuningan untuk turun langsung ke lapangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap lokasi-lokasi yang bermasalah tersebut.
“Kenapa Bupati tidak berani sidak ke Arunika? Ada apa sebenarnya? Bahkan Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), juga belum terlihat sidak ke sana. Apakah ada jalinan atau bisik-bisik politik dengan pemilik Arunika?” kata Doceng dengan nada tegas.
Terkait MBG, FORWAKU juga menyoroti dugaan adanya penguasaan atau “pembanjakan” lahan oleh sejumlah oknum. Namun hingga saat ini, kata Doceng, tidak ada langkah nyata dari pemerintah daerah.
“Kasus MBG ini seolah-olah ditelan bumi. Lahan diduga dibanjakan oleh oknum, tapi tidak ada tindakan apa pun. Ini sangat mencederai rasa keadilan masyarakat,” ujarnya.
Doceng menilai, selama satu tahun kepemimpinan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, Kuningan justru tidak menunjukkan kemajuan yang berarti. Bahkan, menurutnya, terjadi kemunduran dalam berbagai sektor.
“Baik dari sisi administrasi pemerintahan, pelayanan publik, maupun pembangunan, kami melihat tidak ada peningkatan. Justru cenderung menurun,” tegasnya.
FORWAKU meminta Bupati Kuningan bersikap tegas, transparan, dan berani mengambil langkah konkret dalam menangani kasus-kasus strategis agar kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah tidak semakin tergerus.
/Red


