Advertisement
KUNINGAN - JOURNALGAMAS.COM,-Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program unggulan Presiden RI Prabowo Subianto kembali menuai sorotan di Kabupaten Kuningan. Di Kecamatan Garawangi, tepatnya di Desa Kramatwangi, penyaluran MBG untuk kategori B3 (Balita dan Ibu Menyusui) diduga tidak sesuai standar kelayakan gizi dan memunculkan kecurigaan adanya praktik pengurangan kualitas demi keuntungan oknum tertentu.
Sejumlah warga menilai, bantuan yang seharusnya mendukung pemenuhan gizi “Empat Sehat Lima Sempurna” justru jauh dari harapan. Jenis makanan yang diterima tidak memadai, baik dari sisi kualitas, kuantitas, maupun nilai gizinya.
Ade, salah seorang warga Desa Kramatwangi, mengungkapkan kekecewaannya setelah menerima MBG untuk cucunya. Menurutnya, sistem penyaluran dilakukan secara tidak wajar karena bantuan kerap diberikan secara dirapel untuk beberapa hari sekaligus.
“Pernah kami menerima untuk tiga hari sekaligus, padahal isinya makanan basah dan kering yang tidak sesuai standar untuk balita dan ibu menyusui. Kalau dirapel seperti itu, kualitas dan nilainya juga harus sebanding. Tapi kenyataannya jauh dari layak,” ujar Ade. Senin (26/1/2026)
Ia menyebut, kondisi tersebut sudah berlangsung hampir dua bulan. Merasa dirugikan dan khawatir terhadap dampak buruk bagi kesehatan balita, Ade akhirnya melaporkan persoalan ini ke pihak kecamatan selaku Satgas MBG di wilayah Garawangi.
“Saya melapor karena ini menyangkut gizi anak-anak. Jangan sampai program bagus justru mencederai tujuan awalnya,” tegasnya.
Menanggapi laporan tersebut, Camat Garawangi, Maryanto, saat ditemui di ruang kerjanya pada Senin, 26 Januari 2026, menyatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti setiap pengaduan dari masyarakat.
“Kami akan melakukan analisa kelayakan gizi terhadap penyaluran MBG yang dikeluhkan warga. Jika ditemukan ketidaksesuaian, tentu akan ada langkah korektif,” ujarnya.
Maryanto juga menambahkan bahwa masyarakat dipersilakan menyampaikan keluhan, baik secara langsung maupun melalui jalur daring (online), agar dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak kecamatan bersama Satgas MBG.
/Dodo


