Journal Gamas

Label

lisensi

Red
Januari 24, 2026, 19.58 WIB
Last Updated 2026-01-24T12:58:12Z
HeadlineHumaniora

Cuaca Ekstrem Mengintai Kuningan, BPBD Imbau Warga Waspada Pohon Tumbang

Advertisement

KUNINGAN - JOURNALGAMAS.COM,-
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pohon tumbang seiring prakiraan cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang yang diperkirakan terjadi mulai hari ini hingga beberapa hari ke depan.

Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Indra Bayu Permana, S.STP, meminta para lurah dan kepala desa agar segera menyampaikan imbauan kepada warganya untuk melakukan langkah-langkah pencegahan sejak dini, khususnya bagi masyarakat yang memiliki pohon besar di sekitar rumah.

“Pohon dengan dahan yang terlalu rimbun agar segera dipangkas. Sementara pohon yang sudah tua, lapuk, miring, atau berisiko roboh sebaiknya ditebang demi menghindari kerugian harta benda maupun korban jiwa,” ujar Indra, Sabtu (24/1/2026).

Selain di lingkungan permukiman, BPBD juga menaruh perhatian khusus terhadap keberadaan pohon-pohon besar di sepanjang ruas jalan. Indra menjelaskan, pihaknya terus berkoordinasi dengan dinas teknis terkait untuk melakukan pemantauan dan penanganan di lapangan.

“Kami mengajak masyarakat untuk aktif memantau kondisi di sekitarnya. Pemangkasan dilakukan seperlunya sesuai situasi dan kondisi agar tidak menimbulkan dampak lanjutan seperti kemacetan dan terganggunya aktivitas warga,” katanya.

Indra juga mengingatkan agar masyarakat lebih waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu, termasuk potensi bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem.

Masyarakat diminta lebih berhati-hati dalam merencanakan berbagai aktivitas, terutama perjalanan darat, laut, dan udara, serta kegiatan luar ruang seperti wisata dan aktivitas alam.

Imbauan tersebut sejalan dengan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menunjukkan adanya potensi peningkatan curah hujan disertai angin kencang di wilayah Kuningan.

BMKG mencatat keberadaan Bibit Siklon Tropis 91S dan 92P di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat serta Teluk Carpentaria. Kondisi ini membentuk dan memperkuat daerah konvergensi skala luas di wilayah selatan Indonesia, meliputi Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Maluku bagian selatan hingga Papua Selatan.

Dalam sepekan ke depan, potensi peningkatan aktivitas Monsun Asia yang disertai Cross Equatorial Northerly Surge (CENS) diperkirakan menguat. Hal ini menyebabkan massa udara lembap lebih cepat melintasi ekuator menuju wilayah selatan Indonesia, sehingga meningkatkan peluang terjadinya cuaca ekstrem, khususnya di Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

Berdasarkan prospek cuaca periode 22 - 29 Januari 2026, BMKG memprakirakan kondisi cuaca di Indonesia umumnya didominasi hujan ringan hingga lebat. Masyarakat diimbau mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia.


/Dedi.J