Advertisement
KUNINGAN - JOURNALGAMAS.COM,- Ketegasan Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM) kembali menjadi sorotan publik. Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) di SLB Negeri Luragung Kabupaten Kuningan yang digarap pihak ketiga, CV Amanah Putra Hasma, dengan nilai anggaran mencapai Rp1.984.107.016,29 dari APBD Provinsi, diduga sarat penyimpangan dan jauh dari prinsip transparansi.
Meski nilai anggaran tergolong fantastis, proses pelaksanaan pembangunan justru dinilai menyimpang dari regulasi yang berlaku. Salah satu sorotan ialah penumpukan tiga kegiatan program dalam satu tahun anggaran di SLBN Luragung, yang menimbulkan pertanyaan terkait mekanisme perencanaan hingga pelaksanaannya. Tidak hanya itu, papan informasi proyek tidak menampilkan jadwal pelaksanaan maupun batas waktu pekerjaan, sehingga memicu dugaan adanya mark-up kualitas ataupun volume di lapangan.
Saat dikonfirmasi terkait berbagai kejanggalan ini, baik pihak pengembang CV Amanah Putra Hasma maupun Dinas Pendidikan Provinsi selaku PPK memilih tidak memberikan keterangan resmi kepada media. Sikap bungkam ini semakin memperkuat dugaan adanya ketidakterbukaan dalam pelaksanaan proyek.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa dalam waktu dekat PPK Dinas Pendidikan Provinsi akan melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) ke SLBN Luragung. Langkah ini diharapkan dapat menjadi titik awal membuka transparansi informasi sebagaimana diamanatkan dalam UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengembang maupun Dinas Pendidikan Provinsi belum memberikan penjelasan resmi atas dugaan penyimpangan yang berkembang di masyarakat.
/Dodo


