Journal Gamas

Label


lisensi

Red
Desember 19, 2025, 21.27 WIB
Last Updated 2025-12-19T14:27:20Z
EksosbudHeadline

Produksi Beras Kuningan Naik Signifikan, Kadis Wahyu Hidayah Tegaskan Ketahanan Pangan Kian Kuat

Advertisement

KUNINGAN - JOURNALGAMAS.COM,-
Sektor pertanian Kabupaten Kuningan terus menunjukkan penguatan kinerja sebagai penopang ketahanan pangan daerah dan regional. Pada tahun 2023, produksi beras Kabupaten Kuningan tercatat sebesar 224.593 ton dengan surplus 93.000 ton. Kinerja tersebut kembali menguat pada tahun 2024 dengan produksi beras mencapai 225.995 ton dan surplus sebesar 93.070 ton. Capaian ini menjadi pijakan penting bagi akselerasi peningkatan produksi pada tahun 2025.

Memasuki tahun 2025, tren positif sektor pangan Kabupaten Kuningan mengalami lonjakan signifikan. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., menegaskan bahwa produksi beras daerah meningkat tajam dan berada pada posisi sangat aman untuk menopang kebutuhan masyarakat.

“Produksi beras Kabupaten Kuningan tahun 2025 mencapai 254.124 ton. Dengan jumlah penduduk sekitar 1.225.493 jiwa dan kebutuhan konsumsi beras sebesar 134.191 ton per tahun, Kabupaten Kuningan kembali mencatat surplus beras sebesar 119.933 ton. Ini menunjukkan tren produksi yang terus bergerak naik dan sangat stabil,” ujar Wahyu, Kamis (18/12/2025).

Peningkatan produksi tersebut didorong oleh capaian luas tanam dan panen yang melampaui target. Data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian mencatat, realisasi luas tanam padi hingga MT 2024/2025 sampai MT 2025 mencapai 64.185 hektare, dengan luas panen 64.188 hektare. Angka ini jauh melampaui target Provinsi Jawa Barat yang masing-masing menetapkan 52.975 hektare untuk luas tanam dan 50.817 hektare untuk luas panen.

Dari capaian tersebut, produksi gabah Kabupaten Kuningan mencapai 396.388 ton dengan produktivitas rata-rata 61,75 kuintal per hektare. Kinerja ini menegaskan konsistensi peningkatan produktivitas serta efektivitas pengelolaan lahan pertanian.

Menurut Wahyu, tren positif tersebut merupakan hasil sinergi antara kondisi agroklimat yang mendukung dan kebijakan pertanian yang terarah. Pola kemarau basah dengan curah hujan relatif stabil mendorong peningkatan indeks pertanaman, sehingga petani memiliki peluang panen lebih dari dua kali dalam setahun.

“Dalam kondisi tertentu, petani bahkan dapat melakukan panen hingga tiga kali dalam setahun. Ini menjadi faktor penting dalam peningkatan produksi tanpa harus membuka lahan baru,” jelasnya.

Selain faktor iklim, Pemerintah Kabupaten Kuningan secara konsisten mendorong peningkatan produksi melalui optimalisasi lahan pertanian, pengembangan irigasi pemompaan dari sumber air sungai, penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan), serta bantuan stimulan pengelolaan lahan untuk mempercepat penambahan luas tanam dan panen.

Capaian produksi tersebut juga mendapat pengakuan di tingkat nasional. Kabupaten Kuningan memperoleh apresiasi dari Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Republik Indonesia atas kontribusinya dalam mendukung peningkatan produksi padi di Provinsi Jawa Barat. Secara regional, produksi padi Jawa Barat tahun 2025 tercatat mencapai 10,2 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), sementara produksi nasional mencapai 60,37 juta ton GKG.

“Kontribusi ini menunjukkan bahwa Kuningan memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan Jawa Barat dan nasional,” kata Wahyu.

Di tengah peningkatan produksi dan kondisi surplus, Wahyu memastikan stabilitas harga gabah tetap terjaga dan berpihak kepada petani. Sebagian hasil panen disimpan di gudang petani dan dilepas ke pasar secara bertahap, sehingga tidak menekan harga. Ditambah kebijakan penyerapan gabah oleh Bulog dengan harga Rp6.500 per kilogram GKP (Gabah Kering Panen), harga gabah di tingkat petani tetap stabil.

“Kami memastikan peningkatan produksi berjalan seiring dengan perlindungan pendapatan petani,” tegasnya.

Dengan tren produksi yang terus meningkat, surplus beras yang terkelola dengan baik, serta kebijakan perlindungan harga yang konsisten, Kabupaten Kuningan semakin menegaskan posisinya sebagai daerah penyangga pangan strategis yang mampu menjaga keseimbangan antara ketersediaan pangan dan kesejahteraan petani.

/Moris