Journal Gamas

Label


lisensi

Red
Desember 29, 2025, 09.33 WIB
Last Updated 2025-12-29T02:33:36Z
HeadlineMuslim

Ketua GAMAS: Pergantian Tahun Momentum Introspeksi dan Perbaikan Diri

Advertisement

KUNINGAN - JOURNALGAMAS.COM,-
Menjelang pergantian tahun, umat Islam diajak untuk tidak sekadar merayakan perubahan waktu, tetapi menjadikannya sebagai momentum muhasabah diri merenungi perjalanan hidup, mengevaluasi amal perbuatan, serta memperbaiki niat dan langkah ke depan sesuai tuntunan Islam.

Dalam pandangan Islam, pergantian waktu merupakan pengingat bahwa umur manusia terus berkurang. Setiap detik yang berlalu akan dimintai pertanggungjawaban kelak di hadapan Allah SWT. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an, waktu adalah saksi atas perbuatan manusia, apakah diisi dengan kebaikan atau justru disia-siakan.

Ketua GAMAS Kabupaten Kuningan, Ustadz Iing Solihin, menegaskan bahwa refleksi akhir tahun hendaknya dimaknai sebagai sarana introspeksi spiritual, bukan sekadar euforia seremonial.
“Pergantian tahun dalam Islam bukan untuk dirayakan dengan hura-hura, melainkan menjadi waktu yang tepat untuk bermuhasabah. Sudah sejauh mana iman kita bertambah, amal kita meningkat, dan akhlak kita membaik,” ujar Ustadz Iing Solihin, Senin (29/12/2025)

Menurutnya, muhasabah bukan hanya bersifat pribadi, tetapi juga kolektif sebagai umat dan masyarakat. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya umat Islam di Kabupaten Kuningan, untuk menjadikan tahun baru sebagai momentum memperkuat nilai keimanan, kepedulian sosial, serta persaudaraan.
“Kita harus bertanya pada diri sendiri, apa kontribusi kita untuk agama, bangsa, dan masyarakat selama setahun terakhir. Jika masih banyak kekurangan, maka tahun yang akan datang harus menjadi tahun perbaikan, bukan pengulangan kesalahan,” tegasnya.

Ustadz Iing juga menekankan pentingnya mengisi waktu dengan amal saleh, meningkatkan ibadah, menjaga lisan dan perbuatan, serta memperkuat ukhuwah Islamiyah. Menurutnya, perubahan sejati tidak dimulai dari pergantian kalender, melainkan dari kesungguhan hati untuk berhijrah menuju kebaikan.

Menutup pernyataannya, ia mengajak umat Islam untuk memasuki tahun baru dengan doa, harapan, dan tekad yang lurus.
“Semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosa kita di tahun yang telah berlalu dan memberikan kekuatan untuk menjadi pribadi yang lebih bertakwa di tahun yang akan datang,” pungkasnya.

/Moris