Advertisement
JAKARTA - JOURNALGAMAS.COM,- Lembaga Dewan Adat Nasional Republik Indonesia (DAN-RI) mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghentikan penyebaran hoaks dan informasi menyesatkan yang berpotensi mengganggu persatuan, ketertiban, serta kondusivitas Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ketua Umum DAN-RI, Sultan Sepuh Cirebon KGSS PNG Heru Rusyamsi S.Psi., M.H., menegaskan bahwa derasnya arus informasi di era digital menuntut masyarakat untuk lebih bijak, kritis, dan bertanggung jawab dalam menerima maupun menyebarkan berita.
“Hoaks bukan sekadar kebohongan, tetapi ancaman nyata bagi persatuan bangsa. Jika dibiarkan, hoaks dapat memecah belah masyarakat, menurunkan kepercayaan publik, bahkan memicu konflik sosial,” ujar Sultan Sepuh dalam keterangannya, Sabtu (…).
Menurutnya, isu-isu yang berkaitan dengan bencana, politik, keamanan, dan SARA kerap dijadikan komoditas oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab demi kepentingan tertentu. Karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi informasi melalui sumber resmi sebelum mempercayai dan menyebarkannya.
DAN-RI juga mengapresiasi langkah pemerintah dan aparat terkait dalam melakukan klarifikasi serta penindakan terhadap penyebaran hoaks, namun menekankan bahwa perang melawan hoaks adalah tanggung jawab bersama.
“Menjaga NKRI bukan hanya tugas negara, tetapi juga kewajiban moral seluruh anak bangsa. Kearifan lokal, nilai adat, dan budaya Nusantara sejatinya mengajarkan kejujuran, kehati-hatian, serta persaudaraan,” tegasnya.
Lebih lanjut, DAN-RI mendorong peningkatan literasi digital berbasis nilai kebangsaan dan adat, agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh narasi palsu yang dapat merusak harmoni sosial.
Sebagai penutup, Sultan Sepuh Cirebon mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan ruang digital sebagai sarana edukasi dan persatuan.
“Mari kita lawan hoaks dengan akal sehat, jaga kondusivitas dengan kebijaksanaan, dan rawat NKRI dengan persatuan,” pungkasnya.
/Moris


